Akurat
Pemprov Sumsel

PB Djarum Kembali Gelar Audisi Umum 10-14 September, Tahun Ini Sasar Tiga Kelompok Usia

Leo Farhan | 6 Agustus 2024, 22:05 WIB
PB Djarum Kembali Gelar Audisi Umum 10-14 September, Tahun Ini Sasar Tiga Kelompok Usia

AKURAT.CO, Berperan Aktif untuk kejayaan bulutangkis Indonesia, PB Djarum, kembali menyelenggarakan audisi umum yang berlangsung di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, pada 10-14 September 2024.

Proses seleksi tahun ini akan menyasar tiga Kelompok Usia (KU), yakni U-11, KU11, dan KU12, baik putra dan putri. Sejauh ini, setidaknya sudah ada sekitar seribu peserta yang mendaftar.

Mereka berasal dari berbagai penjuru Indonesia seperti Aceh, Bali, Bangka Belitung, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur hingga Papua.

Adapun pendaftar terbanyak berasal dari Jawa Tengah dengan 452 atlet. Registrasi masih dibuka hingga 2 September 2024 dengan mengakses laman www.pbdjarum.org.

Baca Juga: Komentari Keluarnya Kevin Sanjaya dari Pelatnas PBSI, Ketua PB Djarum: Mau Main Lagi? Enggak Ada Partner

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan audisi yang diselenggarakan setiap tahun ini tidak hanya bertujuan meregenerasi atlet di klub.

Namun, seleksi ini juga bertujuan untuk memperkuat mata rantai prestasi Indonesia di kancah internasional sehingga Merah Putih tetap disegani di panggung dunia melalui olahraga tepok bulu.

"Di setiap audisi kami berupaya menemukan pebulutangkis muda berkualitas super yang akan kami asah. Dengan harapan, kelak bisa menjadi juara di level yang paling tinggi yakni Juara Dunia dan Olimpiade," ujar Yoppy, di Kudus, Selasa (6/8).

Demi mencapai tujuan besar tersebut, PB Djarum tidak hanya berfokus pada pencarian bibit-bibit berkualitas melalui Audisi Umum.

Tetapi, memberikan juga kesempatan bagi para atlet muda tersebut untuk uji kemampuan dalam berbagai pertandingan mulai dari level regional, nasional hingga internasional.

Dalam waktu dekat, PB Djarum akan mengirim atlet-atlet mudanya berlaga di ajang Badminton Asia U17 & U15 Junior Championships 2024 di Chengdu, China.

"Memiliki atlet berkualitas tapi tidak diasah dalam pertandingan yang kompetitif sama saja menyia-nyiakan bakat mereka," jelas Yoppy.

"Jadi kami rutin mengirim atlet berlaga di berbagai turnamen, termasuk di level internasional agar mereka tahu seperti apa ketatnya persaingan dan kemampuan atlet-atlet mancanegara."

"Selain itu, dengan jam terbang yang tinggi, atlet-atlet ini juga akan memiliki kepercayaan diri yang besar sehingga memiliki mental yang kuat ketika bertanding di turnamen level dunia," urainya.

Upaya menemukan bibit-bibit berkualitas yang kelak mengharumkan nama bangsa tersebut, membuat penyelenggaraan Audisi Umum mengalami berbagai perubahan.

Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, menuturkan Audisi Umum PB Djarum 2024 mengadopsi skema yang berbeda dibanding proses seleksi sebelumnya mulai dari pengelompokan usia peserta hingga sistem penilaian.

"Dari tahun ke tahun, Audisi Umum selalu mengalami evaluasi dan perubahan, baik itu di kategori usia, proses seleksi juga termasuk di tahap karantina," jelas Sigit.

"Di tahun ini, perbedaan terbesar ada di pengelompokkan usia dan proses screening. Tujuannya tentu dengan perubahan skema seleksi ini kami berharap benar-benar menemukan bibit pebulutangkis berkualitas."

Baca Juga: Borong 123 Gelar Juara Sepanjang 2023, PB Djarum Guyur Bonus Rp452 Juta untuk 44 Atlet

Biasanya Audisi Umum menyasar dua kategori, yakni U-11 dan U-13. Namun, pada Audisi Umum 2024 skema tersebut dibuat lebih spesifik dengan membidik tiga KU, yakni U-11, KU11 dan KU12. Hal ini bertujuan agar para peserta bisa bertemu lawan yang sebanding berdasarkan usia.

"Biasanya memang dalam bulutangkis kita mengenal Under usia. Misal Under 11 tahun atau Under 13 tahun. Tapi, dalam proses seleksi, skema tersebut membuat pertandingan menjadi tidak imbang karena bisa saja yang umur 12 tahun bertemu dengan umur 11 tahun," jelas Sigit.

"Karena perbedaan usia itu, tenaganya pun berbeda dan permainan tidak bisa berkembang. Jadi kami membuat terobosan dengan skema Kategori Usia, agar mereka bertanding sesuai dengan usianya sehingga kemampuannya yang sesungguhnya bisa terlihat."

Perbedaan lain dibanding proses seleksi serupa pada tahun-tahun sebelumnya terdapat di babak screening.

Bila tahun lalu pada fase ini peserta diberi kesempatan 5-10 menit untuk unjuk kebolehan di arena pertandingan, kali ini fase screening mengadopsi pertandingan dengan sistem gugur 1 game hingga poin ke-21 (tanpa deuce/setting). Peserta yang menang akan masuk ke babak turnamen.

"Ini tentu akan membuat para peserta merasakan atmosifr pertandingan yang sesungguhnya. Untuk lolos ke babak selanjutnya mereka dituntut menang," kata Sigit.

"Hal ini akan membuat para peserta menunjukkan daya juang, mentalitas dan teknik mereka secara maksimal di tengah lapangan. Sehingga, mereka yang melaju ke babak selanjutnya adalah memang bibit-bibit yang memiliki kualitas super."

Usai fase screening, peserta akan memperebutkan Super Tiket dalam babak turnamen. Di kategori putra, Super Tiket diberikan kepada para semifinalis dan berhak masuk ke Tahap Karantina.

Sementara di kategori putri, peraih Super Tiket yang melenggang ke Tahap Karantina adalah para finalis di babak turnamen. Adapun karantina bertujuan melihat potensi dan mentalitas atlet selama empat minggu dengan dua kali fase eliminasi.

Mereka yang lolos di Tahap Karantina akan mendapatkan Djarum Beasiswa Bulutangkis dan bergabung bersama PB Djarum.

Jadwal Audisi Umum PB Djarum 2023

Kategori Usia

* U-11 (untuk peserta dengan umur 8-10 tahun/kelahiran tahun 2014 – 2016)

* KU 11 (untuk peserta dengan umur 11 tahun/kelahiran tahun 2013)

* KU 12 (untuk peserta dengan umur 12 tahun/kelahiran tahun 2012)

Pendaftaran Online
Hingga Senin, 2 September 2024 (Pukul 23:59 WIB)

Daftar Ulang
Senin, 9 September 2024 (Pukul 09:00 – 15:00 WIB)

Tahap Seleksi
10 - 14 September 2024

Tahap Karantina
15 September - 12 Oktober 2024

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H