AKURAT.CO, Bulutangkis masih menjadi pilihan para orang tua untuk mengarahkan minat dan bakat anak di dunia olahraga. Apalagi, cabang olahraga ini kerap mencetak prestasi membanggakan bagi Indonesia.
Tak heran jika audisi umum yang dilakukan oleh PB Djarum, pada 10-14 September di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, mengalami lonjakan yang cukup signifikan dengan diikuti 1.966 atlet. Berbanding dengan 1.529 peserta pada tahun lalu.
Mereka datang dari berbagai daerah di Tanah Air, seperti Sumatera 63 peserta, Kalimantan 53 peserta, Jawa Tengah 1.242 peserta, Jawa Barat 188 peserta, Jawa Timur 203 peserta, Bali 9 peserta, Sulawesi 32 peserta, dan Papua 19 peserta.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation yang juga Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, berucap tren positif ini menunjukkan bahwa nyala api regenerasi atlet bulutangkis Indonesia masih terus berkobar.
"Angka ini (jumlah peserta) bisa dikatakan merupakan yang tertinggi sejak kami menggelar Audisi Umum," kata Yoppy di GOR Djarum Jati, Kudus, Rabu (11/9).
"Ini menandakan bahwa mata rantai regenerasi atlet Tanah Air masih terjaga. Kami berharap ribuan peserta nanti dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya selama rangkaian Audisi Umum."
Audisi umum PB Djarum selalu berinovasi demi mendapatkan bibit-bibit terbaik di Tanah Air. Salah satunya adalah perbedaan kategori usia, yang pada penyelenggaraan sebelumnya hanya menyasar U-11 dan U-13.
Tahun ini, skema tersebut dibuat lebih spesifik dengan membidik tiga kategori usia yakni U-11, KU11 dan KU12. Hal ini bertujuan agar para peserta bisa bertemu lawan yang sepadan berdasarkan usia dan dengan kualitas teknik bermain maupun mental yang setara.
"Kami mempertimbangkan fairness serta hasil diskusi bersama peserta maupun pelatih. Dengan terobosan ini, para peserta bisa bertanding dengan lawan seusia dan kualitas yang tak jauh berbeda," terang Yoppy.
Di lain sisi, Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum 2024, Sigit Budiarto, mengatakan selain kategori usia, inovasi lain adalah skema di fase screening.
Tahun lalu, peserta diberi kesempatan 5-10 menit untuk mencuri perhatian tim pencari bakat maupun legend, agar bisa lolos ke babak turnamen.
Sedangkan di tahun ini, fase screening mengadopsi pertandingan dengan sistem gugur satu game hingga poin ke-21 (tanpa deuce). Peserta yang menang berhak melaju ke babak turnamen.
"Dengan skema ini, peserta harus punya persiapan matang, memiliki daya juang tinggi, kemampuan yang mumpuni, dan totalitas ketika bertanding," kata Sigit.
Hal itu dilakukan agar kedepannya atlet-atlet calon generasi masa depan Indonesia ini memilimi mental nuara, baik ketika bertanding maupun di luar lapangan.
Setelah fase screening, tahapan berikutnya adalah turnamen. Untuk kategori putra, Super Tiket diberikan kepada para semifinalis, sementara di kategori putri, peraih Super Tiket yang melenggang ke tahap karantina adalah para finalis di babak turnamen.
Fase karantina berlangsung empat minggu dengan dua kali fase eliminasi, yang bertujuan melihat potensi dan mentalitas atlet. Mereka yang lolos di tahap karantina akan mendapatkan Beasiswa Bulutangkis dan bergabung bersama PB Djarum.
Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putra, Fung Permadi mengatakan, Audisi Umum menjadi salah satu upaya agar regenerasi atlet PB Djarum pada U-11 dan U-13 tetap berjalan.
Untuk itu, dalam proses pencarian bibit unggul mendatang, Fung bersama jajaran pelatih PB Djarum lainnya akan mematok tiga kriteria utama, diantaranya teknik stroke, footwork, dan daya juang.
"Ada tiga hal utama yang jadi kriteria tim pencari bakat atlet putra. Ini merupakan teknik dasar yang penting agar atlet mampu menguasai permainan," terang Fung.
Sementara itu, Koordinator Tim Pencari Bakat Atlet Putri, Yuni Kartika, mengungkapkan regenerasi atlet di sektor putri cukup krusial untuk menjawab torehan prestasi bulutangkis Indonesia di kancah internasional.
Untuk menjawab hal tersebut, Yuni beserta jajaran pelatih berharap dapat menemukan bibit berkualitas untuk ditempa menjadi atlet yang bisa memiliki segudang medali.
"Pada Audisi Umum tahun ini, kami menilai peserta berdasarkan bakat, footwork, pukulan, kecerdikan ketika bertanding, hingga perjuangan untuk meraih mimpi sebagai juara. Seluruh elemen tersebut menjadi paket komplit yang harus dimiliki," ungkap Yuni.
Tak hanya Tim Pencari Bakat yang diisi oleh jajaran pelatih PB Djarum, tak ketinggalan pula sederet legenda bulutangkis Indonesia yang turut serta memantau bakat para peserta Audisi Umum PB Djarum 2024 sejak hari kedua.
Mereka di antaranya adalah Liliyana Natsir, Tontowi Ahmad, Maria Kristin, Richard Mainaky, Marlev Mainaky, Hariyanto Arbi, Debby Susanto, Susy Susanti, Ivana Lee, Chafidz Yusuf, Liem Swie King, Lius Pongoh, dan Kevin Sanjaya.