Akurat
Pemprov Sumsel

Pimpin PBSI Empat Tahun ke Depan, Fadil Imran Ingin Organisasi yang Modern dan Saintifik

Leo Farhan | 18 November 2024, 15:24 WIB
Pimpin PBSI Empat Tahun ke Depan, Fadil Imran Ingin Organisasi yang Modern dan Saintifik

AKURAT.CO, Fadil Imran telah terpilih secara aklamasi untuk memimpin Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) periode 2024-2028.

Bakal menakhodai PP PBSI empat tahun ke depan, langkah awal Fadil Imran adalah dengan merombak susunan organisasi yang bakal dipimpinnya tersebut.

Untuk itu, PBSI menunjuk Dayalima Grup, yang merupakan sebuah firma konsultansi manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) dan rekrutmen yang telah berdiri selama lebih dari 25 tahun.

"Kami di sini ingin menyampaikan update pembentukan kepengurusan PP PBSI periode 2024-2028 yang sudah kami lakukan sejak Agustus sampai November ini untuk memperkuat rancang bangun organisasi " kata Fadil Imran di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (18/11).

Baca Juga: PBSI Minta Pusat Latihan yang Lebih Modern, Menpora Jajaki Kemungkinan Selain di Cipayung

"PBSI saat ini sedang tidak baik-baik saja, tidak perlu kita pungkiri. Namun, harus ada langkah perubahan yang bisa kita lakukan. Bulutangkis semakin modern, saintifik, dan terukur. Pengurus juga harus sama."

Dari pemaparan tim Dayalima, ada sekitar 12 posisi baru yang disarankan untuk PP PBSI dan membuat empat posisi lama dengan penempatan yang berbeda, juga delapan posisi lama yang dihapuskan. Salah satunya adalah pos Ketua Harian.

Posisi baru yang disarankan tim Dayalima beberapa di antaranya adalah posisi internal audit, deputi strategic affairs, TKUPP, komite etik, hingga champions ambassador.

"Tugas pokok PBSI mendorong pencapaian dan memasyarakatkan bulutangkis di Indonesia. Meliputi talent development, tournament organization, hingga stakeholder relation," kata Strategic Development Director Dayalima Group, Yuri Yogaswara.

"Selain itu kita juga perlu melihat bahwa Pelatnas ini sebagai learning and development academy bagi para atlet-atlet muda. Ini usulan kami."

Tanggapan positif juga disampaikan legenda bulutangkis Indonesia, Christian Hadinata dan pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, yang turut hadir dalam pemaparan susunan organisasi baru ini.

Christian Hadinata bahkan mengatakan bahwa apa yang dilakukan PBSI nanti akan menjadi sangat penting jika dihubungkan dengan sistem kepelatihan.

Baca Juga: Bagaimana Mood Pelatnas PBSI Cipayung setelah Olimpiade Paris Berlalu tanpa Emas?

Di mana jika program yang tengah dijalankan tidak ada hasilnya, maka pelatih harus berani merubah program latihannya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Pria yang karib disapa Koh Chris itu bahkan optimistis bahwa perubahan yang dilakukan PBSI ini bisa merubah medali perunggu Olimpiade Paris 2024 menjadi medali emas Olimpiade Los Angeles 2028.

"Kalau hasilnya tidak baik harus berani berubah, atau direnovasi agar prestasinya lebih baik. Harus ditempatkan orang-orang yang tepat. Saya rasa Olimpiade LA bisa merubah perunggu jadi emas," kata Koh Chris.

Sementara itu, Ginting bahkan tidak bisa berkata-kata setelah melihat pemaparan tim Dayalima yang serumit ini untuk sebuah organisasi agar mendapatkan hasil yang jelas dan terukur.

"Jujur habis lihat paparannya saya speechless. Bisa dibilang setelah 12 tahun di PBSI, ternyata sebenarnya serumit dan se-complicated itu buat organisasi buat mendapatkan tujuan yang jelas di (Olimpiade) LA," kata Ginting.

Pun begitu, Ginting optimistis apa yang dirancang oleh PBSI ke depan pasti bisa membantu atlet-atlet bulutangkis Indonesia untuk meraih medali emas di ajang Olimpiade Los Angeles 2028 mendatang.

"Dengan pembentukan pengurus baru, dengan kerjasama, kita semua bisa dapat hasil yang lebih baik. Bahkan mungkin lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H