PSIM Yogyakarta Amankan Cahya Supriadi untuk Dua Musim, Siap Jadi Tembok Laskar Mataram di Super League 2026-2027

AKURAT.CO PSIM Yogyakarta memastikan salah satu fondasi penting di sektor pertahanan tetap bertahan menghadapi kompetisi musim depan.
Laskar Mataram resmi memperpanjang kerja sama dengan kiper muda Cahya Supriadi untuk dua musim ke depan.
Keputusan tersebut diambil setelah penjaga gawang berusia 23 tahun itu tampil konsisten sepanjang musim 2025/26.
Cahya menjadi salah satu pemain yang paling sering dipercaya mengawal gawang PSIM dengan catatan 32 penampilan dari total 34 pertandingan liga.
Sepanjang musim lalu, mantan kiper Timnas Indonesia U-23 itu membukukan 107 penyelamatan. Tidak hanya piawai di bawah mistar, Cahya juga menunjukkan kemampuan distribusi bola yang baik dengan mencatatkan 595 umpan sukses dari 797 percobaan, bahkan turut menyumbang satu assist.
General Manager PSIM Yogyakarta, Steven Sunny, menegaskan bahwa performa dan potensi besar yang dimiliki Cahya menjadi alasan utama klub mempertahankannya.
Menurutnya, meski sempat mengalami pasang surut performa, kontribusi Cahya secara keseluruhan dinilai sangat positif, terutama mengingat usianya yang masih relatif muda untuk seorang penjaga gawang.
"Kami melihat Cahya memiliki kualitas yang sangat baik dan masih memiliki ruang berkembang yang besar. Dia menunjukkan performa yang memuaskan sepanjang musim lalu," ujar Steven, Sabtu (6/6/2026).
Selain kontribusinya di level klub, PSIM juga bangga dengan perkembangan karier Cahya yang mulai mendapat perhatian di level internasional.
Kiper asal Karawang tersebut sempat masuk radar Timnas Indonesia senior dan dinilai masih berpeluang mendapatkan kesempatan membela Merah Putih pada agenda mendatang.
Steven menambahkan, PSIM tidak hanya berfokus merekrut pemain yang siap tampil saat ini, tetapi juga ingin mengembangkan talenta-talenta potensial yang bisa menjadi aset penting klub di masa depan.
Di sisi lain, Cahya menyambut positif kepercayaan yang diberikan manajemen. Ia mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk memutuskan bertahan bersama PSIM.
Kenyamanan selama tinggal di Yogyakarta menjadi salah satu faktor utama yang membuatnya mantap melanjutkan perjalanan bersama Laskar Mataram.
"Saya merasa nyaman dengan lingkungan di Yogyakarta, baik kehidupan sehari-hari maupun atmosfer sepak bolanya. Itu menjadi salah satu alasan terbesar saya memilih bertahan," kata Cahya.
Tak hanya faktor pribadi, dukungan keluarga yang terus mendampinginya selama berada di Kota Gudeg juga berperan besar dalam proses perpanjangan kontrak tersebut.
Menurut Cahya, kehadiran keluarga membuat proses negosiasi berjalan lancar hingga akhirnya tercapai kesepakatan untuk melanjutkan kerja sama selama dua musim ke depan.
Menatap musim baru, Cahya membawa ambisi besar bersama PSIM. Ia bertekad membantu tim meraih hasil lebih baik dan membuktikan kualitasnya sebagai salah satu kiper muda potensial di sepak bola Indonesia.
Dengan bertahannya Cahya Supriadi, PSIM kini memiliki modal penting untuk menjaga stabilitas lini belakang sekaligus menghadapi tantangan yang lebih berat pada kompetisi Super League musim mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







