Tampil Apik Meski Gonta-Ganti Pasangan, Ini Kunci Sukses Siti Fadia di Kejuaraan Asia
Leo Farhan | 18 Februari 2025, 18:50 WIB

AKURAT.CO, Siti Fadia Silva Ramadhanti menjadi salah satu pemain Indonesia yang tampil menonjol pada Kejuaraan Bulutangkis Beregu Campuran Asia atau Badminton Asia Mix Team Championship (BAMTC) 2025.
Fadia menjadi salah satu pemain yang paling banyak tampil di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Campuran Asia lantaran bermain rangkap di sektor ganda campuran dan ganda putri. Pun begitu, dia hampir tidak pernah lepas menyumbangkan poin untuk Merah Putih.
Di ganda campuran Fadia berpasangan dengan Dejan Ferdinansyah dan Rinov Rivaldy. Sementara di ganda putri berpasangan dengan Lanny Tria Mayasari dan Apriyani Rahayu.
Kerap berganti pasangan baik di ganda campuran atau ganda putri, Fadia mengaku hanya berusaha fokus dengan dirinya sendiri.
"Kalau ngatur mindset-nya sih berusaha semaksimal mungkin ya, mau dipasangin sama siapa saja. Fokus sama individu dan coba ngasih yang terbaik saja di lapangan," kata Fadia saat ditemui di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Senin (17/2).
Tampil sebanyak lima kali di sektor ganda campuran atau ganda putri, Fadia total menyumbangkan setidaknya empat kemenangan bagi Indonesia.
Satu-satunya kekalahan Fadia datang di sektor ganda campuran bersama Dejan Ferdinansyah saat menghadapi wakil Thailand, Supak Jomkoh/Sapsiree Taerattanachai, dengan straight set (13-21-20-22) di babak semifinal.
Sepanjang babak penyisihan sampai semifinal, Fadia selalu berpasangan dengan Dejan. Namun, di partai final Fadia berpasangan dengan Rinov lantaran Dejan mengalami cedera.
Walau jarang tampil bersama di kejuaraan-kejuaraan resmi, namun duet Rinov/Fadia mampu membawa Indonesia unggul 1-0 atas China setelah mereka menundukkan Gao Jiaxuan/Wu Mengying lewat laga straight set dengan skor 21-11 dan 21-13.
Fadia mengaku tidak merasa kesulitan saat berganti tandem dari Dejan ke Rinov. Menurut Fadia, kedua pemain itu sama-sama mau memimbingnya di atas lapangan.
"Mereka sama-sama mau ngemong di lapangan, juga mau ngasih tahu dan dikasih tahu juga mereka terbuka, juga enggak gengsi, enggak egois atau gimana. Jadi mau di-partner-in sama siapa aja oke-oke saja," kata Fadia menuntaskan.
Kemenangan yang diraih Indonesia atas China ini sekaligus menggagalkan peluang tuan rumah untuk meraih gelar ketiga beruntun setelah pada dua edisi sebelumnya pada 2019 dan 2023 mereka selalu keluar sebagai juara.
China menjadi negara dengan gelar terbanyak di Kejuaraan Bulutangkis Beregu Campuran Asia dengan total dua gelar. Dibuntuti Jepang dan Indonesia yang masing-masing mengoleksi satu gelar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









