China Masters: Lanny/Tiwi Tunjukkan Peningkatan Meski Kalah, Sabar/Reza Gagal Manfaatkan Peluang
Leo Farhan | 16 September 2025, 14:41 WIB

AKURAT.CO, Perjuangan wakil Indonesia di babak pertama China Masters 2025 belum membuahkan hasil manis. Pasangan ganda putri bulutangkis Indonesia, Lanny Tria Mayasari/Amallia Cahaya Pratiwi, harus angkat koper lebih cepat setelah kalah dari unggulan pertama asal Tiongkok, Liu Sheng Shu/Tan Ning.
Bertanding di Shenzen Arena, Shenzen, China, Selasa (16/9), Lanny/Tiwi kalah dua set langsung dengan skor akhir 11-21 dan 16-21 di laga pembuka China Masters kali ini. Meski kalah, Lanny menilai permainan mereka menunjukkan progress dibanding pekan lalu di Hong Kong Terbuka.
"Di pertandingan pertama di Hong Kong Open, permainan dan rotasi kami masih belum baik. Belum menemukan pola yang diinginkan. Saya rasa di pertandingan ini walaupun hasilnya kalah tapi secara rotasi sudah lebih baik," ucap Lanny usai laga sebagaimana dipetik dari rilis resmi PBSI.
Tiwi-sapaan karib Amallia-mengamini apa yang disampaikan partner-nya tersebut. Menurutnya, permainan mereka sudah semakin solid dan sudah merasa semakin tahu dan mengerti satu sama lain.
"Ke depan kami mau terus memperbaiki rotasi permainan dan sambungan pukulan. Semoga di turnamen berikutnya kami sudah bisa jauh lebih padu," ujar Tiwi.
Lanny/Tiwi mengakui bahwa mereka memang kesulitan untuk mengimbangi unggulan pertama milik tuan rumah tersebut. Namun, dengan mengubah pola permainan mereka mampu menyulitkan Liu/Tan dengan menerapkan lebih banyak variasi seperti mengangkat bola atau placing.
Sayang, perubahan tersebut telat diterapkan yang membuat mereka gagal mencuri satu set untuk memaksakan dilangsungkannya set ketiga.
Sementara itu di sektor ganda putra, pasangan Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani juga gagal melangkah lebih jauh setelah ditumbangkan wakil Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dengan skor straight set 16-21 dan 20-22.
Sabar menyayangkan kegagalan mereka mengamankan gim kedua meski sudah unggul game point terlebih dahulu.
"Sangat disayangkan memang di gim kedua, kami sudah game point tapi tidak bisa menyelesaikan. Kami terlalu terburu-buru dan ada momen di mana harusnya bisa menyudahi permainan malah mati sendiri. Itu sangat merugikan dan mengubah keadaan," kata Sabar.
"Kami harus evaluasi sisi non teknis terutama ketenangan. Fokus dan kondisi juga harus lebih diperhatikan, apalagi saat masuk pekan kedua turnamen seperti ini."
Senada dengan apa yang disampaikan Sabar, Reza menilai bahwa ketenangan di atas lapangan menjadi faktor utama kekalahan mereka di laga ini. Hal tersebut hilang saat mereka memasuki poin-poin krusial.
"Secara permainan kami dan mereka kurang lebih sama dibandingkan minggu lalu. Tapi, kami banyak mati sendiri dan kurang tenang di poin-poin akhir," kata Reza.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








