AKURAT.CO, Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja berhasil menundukkan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dengan skor 21-17, 8-21, dan 21-15 pada laga Simulasi Piala Sudirman 2025 di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin (21/4).
Simulasi ini digelar sebagai bagian dari persiapan tim Merah Putih menjelang Piala Sudirman yang akan berlangsung di China pada 27 April hingga 4 Mei mendatang.
Menanggapi penampilan Rehan/Gloria, Pelatih Vita Marissa mengatakan secara umum penampilan anak asuhnya sudah cukup baik.
Meski demikian, Vita yang bekerja untuk PB Djarum itu tetap mencatat beberapa aspek teknis yang masih perlu ditingkatkan.
"Evaluasinya sih lebih ke teknis sedikit ya, kayak kurang ini sedikit, kurang cepat sedikit, atau temponya harus gimana," kata Vita Marissa saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Senin (21/4).
"Tapi, selebihnya permainan mereka seperti game biasa saja."
Lebih jauh, Vita menekankan bahwa tujuan utama dari simulasi kali ini bukan hanya untuk mengukur kemampuan teknis, melainkan membentuk kesiapan mental pemain menghadapi atmosfer pertandingan beregu yang sangat berbeda dibandingkan dengan turnamen individual.
"Yang pasti kan main beregu itu susah ya, enggak gampang. Dari semalam saya sudah ngingetin mereka, coba bayangin kalian jadi pembuka game, atau bahkan jadi penentu game," jelas Vita.
Baca Juga: Ini Daftar Resmi Skuad Bulutangkis Indonesia untuk Piala Sudirman, Ada Rehan/Gloria"
Nah momen-momen seperti itu yang kita
simulasiin. Khusus buat Rehan dan Glo, balik lagi ke rumahnya yang dulu (Pelatnas) pasti ada faktor emosional juga."
Vita menyebut bahwa aspek non-teknis seperti mental bertanding, konsentrasi, dan tekanan emosional menjadi hal utama yang perlu disiapkan oleh para pemain, terutama dalam format beregu di ajang sebesar Piala Sudirman.
Sementara untuk peluang sektor ganda campuran kejuaraan beregu campuran paling bergengsi di dunia tersebut, Vita mengungkapkan bahwa belum ada pemetaan pasti mengenai siapa yang akan diturunkan menghadapi lawan-lawan tertentu.
Namun, keputusan terkait siapa pemain yang bakal diturunkan pada sektor ganda campura akan diambil berdasarkan kesiapan masing-masing pemain menjelang hari pertandingan.
"Pemetaan sih belum ada ya, tapi kita lihat siapa yang paling siap di hari itu," kata Vita.
"Kalau lihat dari peta kekuatan, kemarin lawan India dan Denmark, kita (Rehan/Gloria) sempat menang. Itu bisa jadi modal kepercayaan diri buat Rehan dan Glo kalau mereka diturunkan."
Dengan waktu yang tersisa kurang dari sepekan, Vita Marissa dan tim pelatih terus menggenjot persiapan baik secara teknis maupun mental bagi seluruh pemain agar tampil optimal di China nanti.
Kombinasi strategi yang matang dan ketenangan dalam tekanan akan menjadi kunci penting bagi tim Indonesia dalam memburu gelar juara Piala Sudirman 2025.