Akurat
Pemprov Sumsel

Simulasikan Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia 2025, Indonesia Unggul 110-80 Atas Rusia

Leo Farhan | 11 Juli 2025, 20:01 WIB
Simulasikan Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia 2025, Indonesia Unggul 110-80 Atas Rusia
 
AKURAT.CO, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) melangsungkan simulasi jelang Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia (BAJC) 2025. 
 
Tim bulutangkis junior Indonesia melakoni dua sesi simulasi nomor beregu, yakni sesi pagi dan siang melawan tim Rusia yang saat ini tengah melangsungkan pemusatan latihan (TC) di Cipayung, Jakarta Timur, Jumat (11/7).
 
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Eng Hian, menyebut bahwa simulasi ini adalah kesempatan yang bagus untuk melihat kesiapan tim untuk Kejuaraan Bulutangkis Junior Asia yang bakal digelar di GOR Manahan, Solo, Jawa Tengah, 18-22 Juli 2025.
 
 
"Tentunya ini suatu hal yang cukup bagus, terutama untuk atlet-atlet (agar bisa) merasakan atmosfer langsung dengan sistem poin yang akan digunakan di BAJC nanti. Semoga simulasi ini membuat mereka lebih siap lagi," ucap Eng Hian di sela simulasi melalui keterangan resminya.
 
Dalam pertandingan simulasi sesi pagi, Moh Zaki Ubaidillah dan kolega mampu mengatasi Rusia dengan skor akhir 110-80.
 
Tim beregu junior ini sudah dipersiapkan dalam dua minggu terakhir di pemusatan latihan dengan beberapa kali melakukan simulasi internal. Apalagi, mereka nanti bakal menghadapi sistem format baru 110 poin.
 
"Ini menjadi pengalaman yang baru bagi banyak atlet, tapi dari hari ke hari mereka sudah bisa lebih beradaptasi dengan baik. Saya berharap apa yang mereka sudah dapatkan di sini akan terbawa ke sana untuk memberikan yang terbaik," jelas Eng Hian.
 
Dari total 20 atlet yang terpilih masuk ke dalam tim beregu BAJC 2025, tercatat hanya lima atlet yang sudah merasakan sistem poin 110 di Kejuaraan Dunia 2024 lalu. Mereka adalah Moh Zaki Ubaidillah, Richie Duta Richardo, Kavitha Nadjwa Aulia, Riska Anggraini dan Rinjani Kwinnara Nastine.
 
Salah satu pemain, Rinjani, bahkan merasa bahwa simulasi yang baru mereka lewati barusan terasa seperti pertandingan sesungguhnya. Apalagi melawan tim yang memang belum pernah bertemu sebelumnya.
 
"Jadi kurang lebih ada feel-nya, tinggal di pertandingan nanti lebih dipersiapkan lagi. Berbeda dengan saat WJC 2024, AJC tahun ini bagi saya harus fokus ke dua sektor, ganda putri dan ganda campuran, jadi secara persiapannya harus lebih fokus dan lebih menjaga kondisi," kata Rinjani. 
 
 
"Saya harus cepat beradaptasi apalagi saya punya pasangan baru di dua sektor ini."
 
Selain itu, Rinjani juga mengingatkan rekan-rekannya yang belum pernah tampil dengan sistem poin seperti ini untuk tidak bangak melakukan kesalahan sensiri dan langsung bermain menyerang sejak awal laga.
 
Sementara bagi tim Rusia, pertandingan yang baru mereka lewati tersebut merupakan hal baru yang bisa mengantarkan mereka menjadi lebih baik. Sistem perolehan poin anyar ini bahkan dinilai lebih seru dan menantang.
 
"Merasa senang bisa ada di sini walaupun tidak mudah menjalani latihan karena cuaca yang panas. Tapi hari demi hari kami mencoba beradaptasi," kata pebulutangkis tunggal putra Rusia, Sergei Sirant, yang pernah menghadapi Anthony Sinisuka Ginting si Olimpiade Tokyo 2020 silam.
 
"Kami harap bisa bermain lebih baik ke depan, kami masih perlu banyak waktu untuk mengembalikan semuanya. Tapi di simulasi tadi cukup menyenangkan dan bagus. Setiap waktu ada kesempatan untuk bangkit, setiap poin sangat berharga."
 

Hasil Simulasi Sesi 1 Indonesia Junior vs Rusia

 
Indonesia 110-80 Rusia
 
MS1: Moh Zaki Ubaidillah vs Sergei Sirant 11-5
 
WS1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Evgeniya Kosetskaya 22-16
 
XD1: Devin Artha Wahyudi/Rinjani Kwinnara Nastine vs Artur Pechenkin/Alina Davletova 33-26
 
MD1: Devin Artha Wahyudi/Ikhsan Lintang Pramudya vs Aleksandr Grigorenko/Gleb Stepakov 44-30
 
WD1: Rinjani Kwinnara Nastine/Riska Anggraini vs Alina Davletova/Evgeniya Kosetskaya 55-41
 
MS2: Moh Zaki Ubaidillah vs Sergei Sirant 66-46
 
WS2: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Maria Golubeva 77-53
 
XD2: Ikhsan Lintang Pramudya/Rinjani Kwinnara Nastine vs Artur Pechenkin/Alina Davletova 88-66
 
MD2: Muhammad Rizki Mubarrok/Raihan Daffa Edsel Pramono vs Aleksandr Grigorenko/Gleb Stepakov 99-69
 
WD2: Rinjani Kwinnara Nastine/Riska Anggraini vs Alina Davletova/Evgeniya Kosetskaya 110-80
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H