China Terbuka: Jafar/Felisha Tembus Semifinal, Rehan/Gloria Gugur di Tangan Unggulan Pertama
Leo Farhan | 25 Juli 2025, 14:44 WIB

AKURAT.CO, Pasangan ganda campuran bulutangkis Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, melangkah ke babak semifinal China Terbuka 2025.
Jafar/Felisha sukses ke babak empat besar China Terbuka setelah menyingkirkan unggulan ketiga asal Hong Kong, Tang Chun Man/Tse Ying Suet, lewat pertarungan tiga gim dengan skor 21-13, 18-21, dan 21-17, Jumat (18/7).
Laga perempat final China Terbuka di Olympic Sport Center Gymnasium, Changzhou, ini menjadi ujian mental dan teknis bagi Jafar/Felisha. Setelah tampil dominan di gim pembuka, mereka sempat kehilangan ritme di gim kedua sebelum akhirnya bangkit dan merebut gim penentuan.
"Puji Tuhan, bersyukur kami bisa menang lagi. Senang sekali karena ini yang kami inginkan dan kami perjuangkan," kata Felisha usai pertandingan melalui keterangan resminya.
Sementara itu, Jafar menilai kemenangan ini tak lepas dari keberhasilan mereka menekan permainan lawan sejak awal.
"Di gim pertama kami terus menurunkan bola dan lawan belum nyaman. Di gim ketiga kami coba ulangi pola itu, dan setelah interval kami tinggal menjaga keunggulan poin," jelas Jafar.
Felisha mengakui bahwa di gim kedua pasangan Hong Kong meningkatkan tempo permainan dan membuat mereka cukup kewalahan. Namun pada gim ketiga, pasangan muda Indonesia ini mampu mengatur ulang strategi dan menyesuaikan diri dengan pola permainan lawan.
"Sebelum interval di gim ketiga kami coba kembalikan mindset seperti gim pertama yang nyaman. Setelah itu, kami belajar dari gim kedua. Walau kalah, poinnya tidak jauh, jadi masih ada ruang adaptasi," ujarnya.
Felisha juga menyebut bahwa komunikasi dan ketenangan sangat krusial pada laga hari ini. Terutama saat mereka kehilangan poin beruntun karena kesalahan drive Jafar.
Di semifinal, mereka akan menghadapi unggulan kedua asal China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, yang juga berhasil lolos usai menyingkirkan perlawanan wakil Korea Selatan, Wang Chan/Jeong Na Eun.
Baca Juga: China Terbuka: Amri/Nita Kandas, Belum Mampu Ikuti Langkah Fajar/Felisha dan Rehan/Gloria
"Sudah sampai semifinal, tidak ada yang harus ditakutkan. Harus berani," tegasnya.
Sementara itu, nasib berbeda dialami pasangan Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja yang harus mengakui ketangguhan unggulan pertama asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, dengan laga straight set (14-21 dan 11-21).
Penampilan kurang maksimal, terutama dari Gloria, menjadi sorotan pelatih Vita Marissa. Ia menyebut tekanan dari lawan membuat anak asuhnya bermain ragu-ragu dan tidak percaya diri.
Selain itu, Vita juga menyoroti permainan Rehan yang dinilainya masih perlu mengontrol emosi di lapangan.
"Melawan pasangan China seperti Feng/Huang itu harus tampil sempurna, tidak hanya teknis tapi juga non-teknis. Mereka tidak lepas dari tekanan, jadi mainnya tidak yakin," kata Vita.
"Kadang terlalu menggebu-gebu, akhirnya malah banyak mati sendiri. Tapi hari ini faktor non-teknisnya sudah mulai membaik."
Vita menekankan bahwa untuk bisa bersaing di level top dunia, pasangan harus tampil dengan paket lengkap. Sebagai evaluasi, Vita berharap Rehan/Gloria bisa tampil lebih matang di turnamen berikutnya.
"Minggu depan di Makau Open, saya berharap mereka bisa ke final. Tapi tidak mudah karena pola mereka sudah mulai terbaca. Bertahan di level atas itu lebih sulit dari sekadar mengejutkan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









