Herry IP Andalkan Analisis Video untuk Bawa Ganda Putra Malaysia Berprestasi di Kejuaraan Dunia
Leo Farhan | 19 Agustus 2025, 19:23 WIB

AKURAT.CO, Pelatih Kepala Ganda Putra Pelatnas Bulutangkis Malaysia, Herry Iman Pierngadi aka IP, menegaskan pentingnya analisis video dalam persiapan menuju Kejuaraan Dunia BWF 2025 yang akan berlangsung di Adidas Arena, Paris, Prancis, pada 25–31 Agustus mendatang.
Pasalnya, pelatih yang akrab disapa Coach Naga Api itu menilai persaingan di sektor ganda putra saat ini sudah sangat ketat. Selisih poin di papan atas peringkat dunia sangat tipis, sehingga detail kecil bisa menentukan hasil akhir pertandingan.
"(Persaingan) ganda putra sekarang sangat ketat, selisihnya tipis. Siapa pun yang lebih siap dan mampu memanfaatkan peluangnya pada hari itu akan menang," kata Herry IP dikutip laman New Straits Times, Selasa (19/8).
Baca Juga: Belum Puas Meski Sumbang 5 Gelar untuk Malaysia dalam 6 Bulan, Herry IP Incar Juara Dunia
Ia menjelaskan, analisis video menjadi kunci untuk membaca pola permainan lawan sekaligus mengingatkan pemain pada keunggulan dan kelemahan mereka sendiri.
"Itulah mengapa analisis video sangat penting, untuk mengetahui di mana kekuatan kita, di mana kelemahan kita, dan bagaimana lawan bermain," tambahnya.
Herry menegaskan, tim pelatih hanya menggunakan data dari pertandingan terbaru agar tetap relevan.
"Tidak boleh lebih dari tiga atau empat bulan, karena pemain dapat berubah dan berkembang. Kami memakai Jepang Terbuka dan China Terbuka sebagai referensi," katanya.
Pendekatan tersebut diterapkan pada pasangan peringkat tujuh dunia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun. Pasangan ini diperkirakan akan bertemu unggulan teratas asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae, di babak perempat final.
Meski belum pernah menang dalam dua pertemuan terakhir, Man/Tee mampu mencuri satu gim dari Kim/Seo di Jepang Terbuka bulan lalu.
Baca Juga: Juara di China Terbuka, Ini Komentar Fikri Soal Dampak Herry IP terhadap Aaron Chia/Soh Wooi Yik
"Kami menganalisis pertandingan itu, mereka kalah di gim pertama, lalu menang di gim kedua. Apa bedanya? Itu yang jadi bahan evaluasi. Menonton video membantu pemain mengingat apa yang berhasil dan apa yang tidak," tutur Herry.
Sementara itu pasangan nomor dua dunia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, tetap menjadi andalan utama Malaysia untuk bisa merebut medali. Terlebih mereka mendapat undian yang cukup menguntungkan dengan menempatkan mereka di bagan bawah kejuaraan.
Namun, Herry tetap mengingatkan mereka bahwa tidak akan ada laga mudah di level kejuaraan dunia.
"Diunggulkan memang membantu, tapi apa pun bisa terjadi. Semua pasangan dari negara unggulan-unggulan, seperti Korea, Indonesia, China, dan Denmark, kuat-kuat. Selisihnya sangat tipis," tegasnya.
Selain dua pasangan di atas, Malaysia juga akan menurunkan Goh Sze Fei/Nur Izzuddin Rumsani (peringkat ketiga dunia) serta pasangan muda Arif Junaidi/Yap Roy King (peringkat 22 dunia) yang akan menjalani debut di Kejuaraan Dunia BWF.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









