AKURAT.CO, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana memastikan langkah ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2025 usai meraih kemenangan dominan atas wakil tuan rumah, Eloi Adam/Leo Rosi, dengan skor 21-8 dan 21-9 di Adidas Arena, Paris, Prancis, Selasa (26/8).
Sejak awal pertandingan, Leo/Bagas yang datang sebagai unggulan kesepuluh itu langsung menekan lawan dan tidak memberikan kesempatan bagi pasangan ganda tuan rumah tersebut untuk bisa berkembang.
"Lawan sebenarnya cukup baik, tetapi kami memang terus mau menekan dan tidak mau lengah dari awal. Keadaan lapangan berbeda dengan saat latihan, dari segi angin dan shuttlecock terasa lebih kencang," ujar Leo usai laga.
Sementara itu, dengan kemenangan ini Bagas menegaskan bahwa fokus mereka saat ini tertuju pada babak 16 besar di mana sudah menanti unggulan utama asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae.
"Kami kalah dari mereka di final All England 2025, jadi pasti ingin membalaskan kekalahan itu. Apalagi saat ini mereka peringkat satu dunia, tentunya ini akan memberikan motivasi tambahan bagi kami untuk tampil sebaik mungkin," ucap Bagas.
Sementara itu, kabar kurang menggembirakan datang dari sektor tunggal putra. Anthony Sinisuka Ginting harus angkat koper lebih awal usai kalah dramatis dari wakil tuan rumah lainnya, Toma Junior Popov, dengan skor 18-21, 21-19, dan 23-25.
Dalam pertandingan yang berjalan ketat itu, Anthony Ginting mengakui kesulitannya saat menghadapi perubahan strategi yang dilakukan Popov di gim pertama.
"Setelah interval 11, Toma ada berubah main sedikit dan saya kurang siap, jadi banyak mati-mati sendiri. Di gim kedua saya sudah lebih siap, permainan tetap berimbang tapi saya bisa menang," kata Anthony Ginting.
Pertarungan sengit pun terjadi di gim penentuan. Ginting yang sempat unggul match point 20-19 harus terpeleset dan mengalami sedikit kram pada kaki kirinya. Situasi itu membuatnya kesulitan menjaga konsistensi hingga akhirnya harus menyerah 23-25.
"Poin-poin selalu ketat, tapi di akhir game saya mencoba mempercepat permainan. Saat match point saya terpeleset dan merasa kram di kaki kiri, jadi setelah itu harus cari cara lain untuk bisa menang," jelasnya.
Meski gagal melangkah lebih jauh di Kejuaraan Dunia kali ini, Ginting menilai secara fisik dirinya sudah tidak lagi mengalami kendala berarti. Terlebih, ini adalah kejuaraan ketiga yang diikuti Ginting selepas pemulihan cedera.
"Dari pertandingan-pertandingan sebelumnya di Jepang, China, dan Kejuaraan Dunia ini, saya merasa tidak ada masalah dengan tangan, hanya tetap harus maintenance," ungkap Ginting.
"Tinggal bagaimana mengembalikan turnamen feeling, karena jelas berbeda antara latihan dan pertandingan, terutama soal strategi dan mental di lapangan."
Walau Ginting tersingkir, Indonesia masih berpeluang menambah wakil dari sektor tunggal putra lewat Alwi Farhan. Namun, Alwi harus lebih dulu mengatasi perlawanan wakil Vietnam, Nguyen Hai Dang, di putaran pertama.