Korea Terbuka: Fajar/Fikri Susul Jonatan ke Final, Amri/Nita Takluk di Tangan Unggulan Satu
Leo Farhan | 27 September 2025, 18:43 WIB

AKURAT.CO, Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sukses memastikan tiket final Korea Terbuka 2025 usai menumbangkan wakil Chinese Taipei, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan.
Bertanding di Suwon Gymnasium, Suwon, Korea Selatan, Sabtu (27/9), Fajar/Fikri sukses mencatatkan kemenangan straight set dengan skor 21-19 dan 21-16 hanya dalam 36 menit atas pasangan unggulan kelima Korea Terbuka tersebut.
Bagi Fajar/Fikri, kemenangan di Korea Terbuka kali ini menjadi langkah penting mereka untuk merebut gelar kedua musim ini. Meski menang dua gim, Fajar menilai laga tidak berjalan mudah karena lawan memiliki power dan speed yang merepotkan sejak awal.
"Pertandingan yang tidak mudah, mereka mempunyai power dan speed yang luar biasa sangat baik dan sangat menyulitkan," kata Fajar.
"Di gim kedua saya banyak sekali melakukan kesalahan sendiri padahal kami sempat unggul jauh lalu mereka berhasil mengejar. Itu tidak boleh terjadi lagi di pertandingan final besok."
Sementara itu, Fikri menekankan pentingnya komunikasi dan saling dukung di tengah pertandingan. Keduanya saling mengingatkan ketika ada salah satu yang bermain kurang baik.
"Tadi juga bukan hanya A' Fajar yang banyak mati sendiri, saya juga sama. Tapi bagaimana kami bisa saling support agar bisa bangkit. Perjalanan tidak mudah tapi usaha kami tidak sia-sia. Senang bisa ke final," kata Fikri.
Tinggal butuh satu kemenangan lagi untuk bisa mengamankan gelar juara, Fajar menegaskan bahwa target utama mereka kini adalah menutup turnamen dengan gelar.
"Besok kami berharap kami bisa menuntaskan Korea Open 2025 dengan gelar juara. Kami ingin mendapat gelar kedua. Mohon doanya dari semua," ucapnya.
Sementara itu di sektor ganda campuran, langkah pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah terhenti di babak semifinal. Pasangan muda ini kalah dari unggulan pertama asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, dengan skor straight set 20-22 dan 12-21.
Amri menyebut kekalahan mereka kali ini beberapa di antaranya dipengaruhi oleh kegagalan memanfaatkan momentum di gim pertama.
"Pertandingan hari ini sebenarnya berjalan dengan cukup baik, kami berhasil menerapkan strategi. Hanya memang sayang di gim pertama saat tensi tinggi menjelang akhir kami tidak bisa mengonversi jadi kemenangan, akhirnya itu cukup berpengaruh saat masuk ke gim kedua," ucap Amri.
Ia menambahkan, ada pelajaran besar yang bisa dipetik dari tiga turnamen beruntun yang mereka ikuti. Salah satunya adalah untuk bisa menjaga fokus, karena perbedaan poin walau tipis bisa menentukan hasil akhir.
"Kami bisa mengambil pelajaran, bahwa main di level atas memang fokus harus terus terjaga. Karena satu, dua, tiga poin bisa menentukan hasil menang atau kalah. Itu juga yang membedakan kami dengan Feng/Huang tadi," kata Amri.
Sementara itu, Nita mengakui bahwa mereka kesulitan menghadapi tekanan lawan, terutama di gim kedua yang juga dipengaruhi kondisi lapangan.
"Di gim kedua posisi kami kalah angin jadi tekanan mereka terasa lebih cepat datang ke kami. Hari ini lebih terasa berangin lapangannya dibanding hari-hari sebelumnya," kata Nita.
Meski hasil belum maksimal, Nita tetap bersyukur dengan pencapaian mereka bisa menembus babak semifinal, berkaca dengan melihat lawan-lawan yang mereka hadapi sebelumnya.
Dengan hasil ini, tim bulutangkis Indonesia berhasil mengirimkan dua wakil ke partai final Korea Terbuka 2025, menyusul Jonatan Christie yang sudah lebih dulu ke puncak usai menundukkan juniornya, Alwi Farhan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









