Akurat
Pemprov Sumsel

Tai Tzu-ying Resmi Pensiun dari Bulu Tangkis: Inilah Perjalanan Panjang Sang Ratu Tunggal Putri Dunia

Naufal Lanten | 9 November 2025, 15:35 WIB
Tai Tzu-ying Resmi Pensiun dari Bulu Tangkis: Inilah Perjalanan Panjang Sang Ratu Tunggal Putri Dunia

AKURAT.CO Tai Tzu-ying, pebulu tangkis legendaris asal Taiwan, resmi mengumumkan pensiun dari dunia bulu tangkis pada Jumat, 7 November 2025, melalui akun Instagram pribadinya, @tai_tzuying. Kabar ini mengejutkan banyak penggemar, mengingat Tai merupakan salah satu pemain tunggal putri paling dominan di dunia dengan segudang prestasi internasional.

Dalam unggahannya, Tai menulis pesan penuh haru yang menandai akhir perjalanan panjangnya di dunia bulu tangkis profesional.

"Bulutangkis, untuk segala hal yang telah kau berikan padaku."
"Tahun lalu adalah masa tersulit dalam karierku. Sebelum Olimpiade, aku tidak yakin apakah kakiku yang cedera akan mengizinkanku untuk bertanding, tetapi aku memberikan segalanya. Orang lain tidak menyerah padaku, jadi aku tidak boleh menyerah pada diriku sendiri."
"Pada akhirnya, cederaku memaksaku untuk meninggalkan lapangan. Aku tidak bisa mengakhiri karier seperti yang kuharapkan, dan butuh waktu bagiku untuk menerima kenyataan itu."
"Setelah menjalani operasi dan rehabilitasi panjang pada kedua kaki, saya berterima kasih kepada semua orang yang mendukung pemulihan saya."
"Saya belum memutuskan apa yang akan saya lakukan selanjutnya, tetapi untuk saat ini, saya akan menikmati hidup tanpa jam alarm."


Awal Karier: Bakat Besar dari Kaohsiung

Tai Tzu-ying lahir pada 20 Juni 1994 di Kaohsiung, Taiwan. Bakatnya di dunia bulu tangkis sudah terlihat sejak usia muda. Ayahnya, yang berprofesi sebagai petugas pemadam kebakaran sekaligus direktur Komite Bulu Tangkis Kaohsiung, menjadi sosok penting dalam memperkenalkan olahraga ini kepadanya.

Tai mulai bermain bulu tangkis saat duduk di bangku kelas tiga sekolah dasar. Dalam waktu singkat, ia berhasil menjuarai divisi kedua nasional dan berkesempatan naik ke divisi pertama, menjadikannya pemain termuda yang berlaga di tingkat tersebut.

Pada usia 15 tahun, Tai mulai mengikuti turnamen internasional. Dalam debutnya di Vietnam Terbuka 2009, ia langsung menempati posisi kedua. Setahun kemudian, ia tampil di Singapura Terbuka 2010 dan melaju hingga babak final.

Puncak awal kariernya datang pada AS Terbuka 2011, ketika Tai yang baru berusia 17 tahun berhasil merebut gelar internasional pertamanya. Momen ini menandai awal dari perjalanan panjangnya menuju status legenda.


Deretan Prestasi Tai Tzu-ying

Sepanjang kariernya, Tai Tzu-ying dikenal dengan gaya permainan yang kreatif, cepat, dan penuh kejutan. Ia menjadi inspirasi banyak pemain muda karena tekniknya yang elegan dan insting tajam di lapangan.

???? BWF Grand Prix (3 Gelar)

  • US Open 2011

  • Chinese Taipei Open 2012

  • Chinese Taipei Open 2016

???? BWF Superseries (12 Gelar)

Mulai dari Japan Open 2012 hingga Hong Kong Open 2017, Tai sukses menaklukkan berbagai turnamen besar, termasuk:

  • Malaysia Open 2013

  • Hong Kong Open 2014

  • Dubai World Superseries Finals 2014 dan 2016

  • Indonesia Open 2016

  • All England 2017

  • Singapore Open 2017

  • French Open 2017

???? BWF World Tour (17 Gelar)

Ketika BWF memperkenalkan format baru pada 2018, Tai tetap menjadi pemain paling konsisten. Ia menjuarai berbagai turnamen dari Super 300 hingga Super 1000, seperti:

  • All England 2018 & 2020

  • Indonesia Open 2018 & 2022

  • Malaysia Open 2018 & 2019

  • BWF World Tour Finals 2020 & 2023

  • India Open 2024

Selain itu, Tai juga meraih medali emas Kejuaraan Asia sebanyak tiga kali (2017, 2018, dan 2023), serta medali emas Asian Games 2018 di Jakarta. Di pentas Olimpiade, ia membawa pulang medali perak Tokyo 2020 setelah tampil luar biasa di final.


Rekor Dunia yang Sulit Disamai

Salah satu pencapaian terbesar Tai adalah dominasinya di puncak ranking dunia. Dari 2 Desember 2016 hingga 25 Juli 2018, ia menduduki peringkat satu dunia selama 214 minggu berturut-turut, rekor terlama dalam sejarah tunggal putri.

Prestasi ini melampaui nama-nama besar seperti:

  • Li Xuerui (China) – 124 minggu

  • Wang Yihan (China) – 116 minggu

  • Carolina Marín (Spanyol) – 66 minggu

  • An Se-young (Korea Selatan) – 60 minggu

Dengan total lebih dari 30 gelar internasional di berbagai level, Tai Tzu-ying tidak hanya menjadi ikon olahraga Taiwan, tetapi juga simbol konsistensi dan dedikasi di kancah bulu tangkis dunia.


Kontroversi Yonex di Olimpiade 2016

Karier Tai tidak selalu berjalan mulus. Salah satu momen yang cukup ramai diperbincangkan terjadi pada Olimpiade Rio 2016, ketika sponsor resmi tim Taiwan, Yonex, menyediakan sepatu dengan ukuran yang tidak sesuai. Tai akhirnya memilih memakai sepatu dari sponsor pribadinya, Victor, tanpa logo apa pun.

Keputusan itu memicu ketegangan antara dirinya dengan Asosiasi Bulu Tangkis Taiwan, karena dianggap melanggar kontrak sponsor resmi. Meski begitu, publik justru memuji keberaniannya karena mengutamakan performa dan kenyamanan di atas tekanan komersial.


Akhir Perjalanan: Saat Ratu Meletakkan Mahkota

Setelah hampir dua dekade berkarier, Tai Tzu-ying akhirnya memutuskan untuk gantung raket. Cedera kronis pada kedua kakinya menjadi alasan utama di balik keputusan ini.

Meski berat, Tai mengaku sudah berdamai dengan kenyataan dan ingin menikmati kehidupan baru di luar lapangan. Dalam pernyataannya, ia menulis,

"Saya belum memutuskan apa yang akan saya lakukan selanjutnya, tetapi untuk saat ini, saya akan menikmati hidup tanpa jam alarm."

Kalimat itu menggambarkan betapa besar pengorbanan seorang atlet kelas dunia dan bagaimana akhirnya ia memilih untuk memberi waktu bagi dirinya sendiri setelah bertahun-tahun hidup di bawah tekanan kompetisi.


Warisan Seorang Legenda

Tai Tzu-ying bukan hanya sekadar juara di atas kertas. Ia mengubah cara orang memandang bulu tangkis dengan gaya bermain yang indah dan cerdas. Banyak penggemar menyebutnya sebagai “seniman lapangan” karena kreativitasnya dalam mengolah shuttlecock.

Meskipun sudah pensiun, warisan Tai akan terus hidup. Prestasinya menjadi inspirasi bagi generasi baru pemain Taiwan dan dunia yang bermimpi menapaki jejak serupa.

Kalau kamu ingin terus mengikuti perkembangan dunia bulu tangkis dan kisah para atlet legendaris lainnya, pantau terus update terbaru di AKURAT.CO.

Baca Juga: Korea Masters: Raymond/Joaquin Jadi Satu-satunya Wakil Merah Putih di Final

Baca Juga: Bersinar di Korea Masters, Ni Kadek Dhinda Siap Jalani Debut di Kumamoto Masters Pekan Depan

FAQ

1. Siapa Tai Tzu-ying?
Tai Tzu-ying adalah pebulu tangkis tunggal putri asal Taiwan yang dikenal sebagai salah satu pemain terbaik di dunia. Ia terkenal dengan gaya bermain kreatif dan teknik tinggi yang sulit ditebak lawan.


2. Kapan Tai Tzu-ying mengumumkan pensiun?
Tai Tzu-ying mengumumkan pensiunnya pada Jumat, 7 November 2025, melalui akun Instagram resminya, @tai_tzuying.


3. Apa alasan Tai Tzu-ying pensiun dari bulu tangkis?
Tai memutuskan pensiun karena cedera kronis pada kedua kakinya yang membuatnya sulit untuk kembali ke performa terbaik, meskipun sudah menjalani operasi dan rehabilitasi panjang.


4. Apa saja prestasi terbesar Tai Tzu-ying sepanjang kariernya?
Beberapa prestasi terbesar Tai antara lain:

  • Medali perak Olimpiade Tokyo 2020

  • Medali emas Asian Games 2018

  • Juara All England (2017 & 2018)

  • Juara Dubai World Superseries Finals (2014 & 2016)

  • Juara BWF World Tour Finals (2020 & 2023)
    Ia juga menjadi pemain dengan rekor peringkat satu dunia terlama (214 minggu) di sektor tunggal putri.


5. Kapan Tai Tzu-ying mulai bermain bulu tangkis?
Tai mulai bermain bulu tangkis sejak kelas tiga sekolah dasar, dipandu oleh ayahnya yang merupakan direktur Komite Bulu Tangkis Kaohsiung.


6. Kapan Tai Tzu-ying memulai karier internasionalnya?
Karier internasional Tai dimulai pada tahun 2009 ketika ia berusia 15 tahun. Ia langsung menarik perhatian setelah menempati posisi kedua di Vietnam Terbuka.


7. Apa kontroversi terbesar yang pernah melibatkan Tai Tzu-ying?
Kontroversi paling dikenal terjadi pada Olimpiade Rio 2016. Saat itu, sponsor resmi tim Taiwan, Yonex, menyediakan sepatu dengan ukuran tidak sesuai, sehingga Tai memilih memakai sepatu dari sponsor pribadinya, Victor. Keputusan ini sempat memicu ketegangan dengan asosiasi bulu tangkis Taiwan.


8. Berapa banyak gelar yang dimenangkan Tai Tzu-ying selama kariernya?
Secara keseluruhan, Tai mengoleksi lebih dari 30 gelar internasional dari berbagai level turnamen seperti Super Series, World Tour, hingga Kejuaraan Asia.


9. Apa rekor yang membuat Tai Tzu-ying istimewa di dunia bulu tangkis?
Tai memegang rekor sebagai pemain tunggal putri dengan durasi terlama di peringkat satu dunia, yaitu 214 minggu berturut-turut dari Desember 2016 hingga Juli 2018.


10. Apa rencana Tai Tzu-ying setelah pensiun?
Dalam pernyataannya, Tai mengaku belum memutuskan langkah selanjutnya. Ia hanya ingin menikmati hidup lebih santai tanpa tekanan kompetisi dan “tanpa jam alarm”.


11. Mengapa Tai Tzu-ying dijuluki ‘seniman lapangan’?
Julukan itu muncul karena gaya bermain Tai yang lincah, penuh improvisasi, dan mampu mengubah tempo pertandingan dengan cara yang indah serta efektif—seperti sedang “menari” di lapangan.


12. Apa warisan terbesar Tai Tzu-ying bagi dunia bulu tangkis?
Warisan terbesarnya adalah inspirasi bagi generasi muda untuk terus berjuang, bermain dengan cerdas, dan menikmati setiap momen di lapangan. Ia meninggalkan jejak sebagai salah satu pemain paling berbakat dan berpengaruh di era modern.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.