Terhenti di Babak Awal ASB Classic 2026, Janice Tjen Akui Keunggulan Wakil Inggris

AKURAT.CO Langkah petenis putri Indonesia, Janice Tjen, di turnamen WTA 250 ASB Classic 2026 harus berakhir lebih cepat. Janice terpaksa angkat koper dari nomor tunggal putri setelah menyerah di tangan wakil Inggris, Sonay Kartal, pada Selasa (6/1/2026).
Bertanding di ASB Tennis Center, Auckland, Selandia Baru, Janice yang datang sebagai unggulan keenam sejatinya memberikan perlawanan sengit hingga memaksa pertandingan berjalan tiga set. Namun, dia akhirnya harus mengakui keunggulan Kartal dengan skor akhir 1-6, 7-6(4), dan 3-6.
Sepanjang laga, petenis berusia 23 tahun itu tampak kesulitan mengimbangi agresivitas servis lawan. Berdasarkan statistik, Janice hanya mencatatkan empat ace, tertinggal jauh dari Kartal yang berhasil membukukan delapan kali servis maut.
Baca Juga: Profil Janice Tjen: Jejak Karier Petenis Wanita Indonesia yang Tembus Grand Slam
Selain masalah servis, efektivitas dalam memanfaatkan peluang poin kritis juga menjadi pembeda. Janice hanya mampu mengonversi satu dari empat kesempatan break point yang didapatnya.
Sebaliknya, meski Kartal juga sempat kesulitan dengan hanya memaksimalkan empat dari 16 peluang, tekanan yang diberikan petenis Inggris itu terbukti lebih konsisten.
Catatan Musim dan Peluang di Ganda Putri
Baca Juga: Auckland Classic: Aldila Sutjiadi dan Janice Tjen Berpisah, Alexandra Eala Tantang Venus Williams
Kekalahan ini menambah daftar evaluasi bagi Janice dalam meniti karier di level WTA 250. Musim lalu, performanya terbilang fluktuatif namun tetap mencatatkan prestasi gemilang, seperti menembus final SP Open di Brasil dan membawa pulang gelar juara dari Chennai Open, India.
Meski harus menelan pil pahit di nomor tunggal, perjuangan Janice di Auckland belum benar-benar usai. Ia dijadwalkan kembali turun ke lapangan di nomor ganda putri, berpasangan dengan petenis Amerika Serikat, Caty McNally.
Duet Janice/McNally bakal ditantang oleh pasangan Anna Siskova (Republik Ceko) dan Magali Kempen (Belgia). Sektor ganda ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan bagi Janice untuk mengawali kalender kompetisi 2026 dengan hasil positif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









