Akurat
Pemprov Sumsel

All England: Pikul Beban Sejarah, Putri Kusuma Wardani Fokus Atasi Pesaing Top 4

Dian Eko Prasetio | 24 Februari 2026, 16:57 WIB
All England: Pikul Beban Sejarah, Putri Kusuma Wardani Fokus Atasi Pesaing Top 4

AKURAT.CO, Beban berat kini berada di pundak Putri Kusuma Wardani menjelang All England 2026 yang bergulir pada 3–8 Maret mendatang.

Pemain yang akrab disapa Putri KW ini bakal menjadi satu-satunya andalan Indonesia di sektor tunggal putri di All England tahuh ini.

Di tengah dahaga gelar yang telah berlangsung selama lebih dari 33 tahun, Putri Kusuma Wardani bersiap tampil dengan mengusung misi besar venue All England di Utilita Arena, Birmingham, Inggris.

Baca Juga: India Terbuka: Lolos ke 8 Besar, Putri Kusuma Wardani Tantang An Se Young untuk Tiket Semifinal

Sejarah mencatat terakhir kali Indonesia merajai sektor tunggal putri di All England adalah melalui legenda Susi Susanti pada 1993.

Sejak saat itu, tidak ada lagi srikandi Indonesia yang mampu naik ke podium tertinggi.

Putri KW, yang bahkan belum lahir saat sejarah itu tercipta, kini memikul harapan publik pencinta bulutangkis tanah air agar bisa kembali mengulangi momen serupa.

Menjadi satu-satunya andalan ternyata tidak membuat mental Putri ciut.

Meski mengakui adanya tekanan, pemain kelahiran Tangerang ini memilih menyikapinya dengan dingin serta menjadikannya sebagai bahan bakar motivasi.

"Enggak sih, biasa saja karena dari kemarin juga sendiri kan. Cuman ya pasti ada pressure tersendiri saja," kata Putri saat ditemui di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Senin (23/2).

Baca Juga: All England: Tak Mau Terbebani Gengsi Turnamen, Jafar/Felisha Targetkan Semifinal

"Namun, aku tidak terlalu memikirkan pressure, lebih buat motivasi agar bisa tampil baik."

Putri juga membawa misi lain selain sekadar menang. Ia ingin penampilannya di All England kali ini bisa memberikan dampak positif bagi para juniornya di pelatnas agar mereka bisa lebih semangat lagi.

Berbicara soal target, Putri KW memilih bersikap realistis namun tetap ambisius.

Ia mematok target awal untuk bisa menembus babak delapan besar terlebih dahulu sebelum bermimpi lebih jauh.

"Target saya bisa masuk delapan besar dulu saja," tegasnya singkat.

Namun, jalan menuju podium dipastikan terjal. Putri mengakui bahwa level persaingan saat ini sangat ketat.

Terutama saat harus berhadapan dengan jajaran pemain top empat dunia yang selama ini menjadi momok baginya.

Berdasarkan evaluasi turnamen pada awal 2026, Putri mencatat ada jurang pemisah yang harus segera ia tutup jika ingin menumbangkan pemain papan atas.

Baginya, melawan pemain empat besar bukan hanya soal teknik, melainkan perang ketahanan pikiran.

"Kalau top empat itu harus benar-benar dari awal konsisten, baik dari segi pola maupun ketahanan pikiran diri sendiri," urai Putri mendalam.

"Kalau agak lepas sedikit saja, pola mereka langsung masuk. Mereka jauh lebih konsisten."

Untuk menutupi celah tersebut, tim pelatih yang dipimpin oleh Imam Tohari serta Nunung Subandoro terus memoles detail kecil dalam permainannya.

Fokus utama dalam setiap sesi latihan kini dititikberatkan pada penguatan bola-bola atas yang dianggap masih menjadi kekurangan.

Menghadapi tur Eropa yang identik dengan cuaca dingin, Putri juga menaruh perhatian besar pada program aklimatisasi.

Durasi satu minggu sebelum turnamen dimulai akan dimanfaatkannya untuk 'berdamai' dengan atmosfer di Inggris.

"Saya ingin maksimalkan adaptasi udara karena di sana sedang musim dingin," ucap Putri.

"Selain itu, masalah pemanasan serta atmosfer lapangan juga jadi fokus utama selama seminggu aklimatisasi nanti."

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.