Perang Lawan 'Jetlag' dan Dilema Ramadan, Alwi Farhan Matangkan Persiapan Fisik Jelang Tur Eropa

AKURAT.CO, Alwi Farhan menghadapi tantangan ganda jelang keberangkatan ke All England 2026.
Selain persiapan teknis melawan pemain-pemain elite dunia, pebulutangkis tunggal putra muda Indonesia ini juga harus bersiap menghadapi kendala fisik mulai dari masalah jetlag hingga adaptasi jadwal bertanding di bulan Ramadan.
Salah satu kabar baik bagi Alwi Farhan adalah kebijakan PP PBSI yang mengadakan program aklimatisasi atau training camp singkat di Inggris sebelum turnamen All England dimulai Maret nanti.
Baca Juga: All England: Setelah Persiapan Berat 3 Minggu, Alwi Farhan Siap Gebrak Birmingham
Hal ini dianggap sebagai solusi jitu bagi Alwi Farhan yang selama ini kerap terkendala masalah adaptasi waktu di benua biru.
"Ini sangat bagus buat saya. Saya tipe yang jetlag-nya lumayan lama," kata Alwi di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Senin (23/2).
"Beberapa kali main di Eropa, minggu pertama susah adaptasi. Selasa sudah main, itu sangat berpengaruh karena belum bisa tidur di waktu yang cukup."
Dengan adanya waktu ekstra untuk beradaptasi sebelum memasuki Birmingham, Alwi berharap kondisi fisiknya berada di titik puncak saat hari pertandingan tiba.
Program TC singkat ini diharapkan bisa meminimalisir efek kelelahan akibat perjalanan jauh dari Jakarta.
Tak hanya soal adaptasi waktu, tantangan lain yang menjadi sorotan adalah jadwal All England 2026 yang bertepatan dengan bulan Ramadan.
Sebagai seorang muslim, Alwi mengaku akan bersikap fleksibel dan melihat situasi serta kondisi fisiknya saat hari pertandingan.
Baca Juga: Thailand Masters: Tuntaskan Dendam Atas Alwi, Ubed Ke Final Untuk Tantang Wakil Tuan Rumah
Alwi mengakui cukup berat jika harus dipaksa berpuasa saat intensitas pertandingan mencapai level tertinggi seperti di Super 1000.
Baginya, tanggung jawab membawa nama bangsa dan agama menjadi pertimbangan utama dalam mengambil keputusan.
"Tergantung situasi, tidak ada yang tahu mainnya jam berapa. Saya berjuang membawa nama agama juga, jadi saya bertanggung jawab ketika tidak puasa dan akan saya ganti nanti. Jujur, rasanya berat sekali kalau dipaksa puasa ketika harus bertanding," jelas Alwi.
Kabar baik lainnya datang dari sisi medis. Alwi mengonfirmasi bahwa kendala fisik yang sempat ia alami saat bertanding di Indonesia Masters dan Thailand Masters beberapa waktu lalu kini telah teratasi sepenuhnya.
Proses pemulihan berjalan sangat baik dan kondisinya kini mendekati 100 persen.
"Alhamdulillah semuanya sudah recovery dengan baik. Badan, pikiran, dan kondisi yang kemarin tidak nyaman, sekarang sudah berjalan cukup oke. Masih ada beberapa hari lagi untuk mematangkan detail-detail kecil," tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









