Ricky Subagja Akui Atlet Pelatnas PBSI Minim Gelar, Evaluasi Total Jelang Indonesia Terbuka

AKURAT.CO, Prestasi bulutangkis Indonesia mengalami penurunan dalam beberapa bulan terakhir. Menanggapi tren tersebut, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) langsung tancap gas melakukan evaluasi besar-besaran demi menjaga gengsi tuan rumah di ajang Indonesia Terbuka 2026, Juni mendatang.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Ricky Subagja, tidak menampik bahwa pencapaian wakil Merah Putih di turnamen level tinggi belakangan ini masih jauh dari kata memuaskan.
"Betul bahwa di beberapa turnamen terakhir, terutama di level 500, 750, hingga 1000, kami masih belum bisa menunjukkan capaian gelar juara," kata Ricky Subagja saat ditemui di Hotel Kempenski, Jakarta, Selasa (14/4/2026).
Kekecewaan ini bukan tanpa alasan. Pada gelaran Badminton Asia Championship (BAC) 2026 baru-baru ini, Indonesia hanya mampu mengirim dua wakilnya hingga babak semifinal melalui ganda putri Amalia Cahya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti dan ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
Kegagalan membawa pulang medali emas di BAC serta rapor merah selama tur Eropa menjadi bahan koreksi krusial bagi tim pelatih. Ricky Subagja menekankan pentingnya membedah peta kekuatan lawan, terutama dari negara-negara pesaing seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Chinese Taipei.
"Dari kejuaraan ke kejuaraan, kita sangat berharap selain fight pemain itu sendiri, para pelatih pun terus mengevaluasi kekurangan pemain dan melihat lawan-lawan di levelnya," tegas peraih emas Olimpiade Atlanta 1996 tersebut.
Indonesia Terbuka 2026 yang menyandang level BWF Super 1000 menjadi pertaruhan harga diri bagi PBSI. Namun, tantangan besar mengadang di depan mata.
Sebelum mentas di Istora, para atlet harus melahap jadwal padat mulai dari Piala Thomas & Uber, Thailand Terbuka, Malaysia Masters, hingga Singapore Terbuka.
Tak heran jika Ricky menuntut disiplin tingkat tinggi dan fokus ekstra, baik dari pemain senior maupun pemain muda yang kini tengah menjalani proses regenerasi.
"Khususnya di Indonesia Open 2026 ini, kita sangat berharap keinginan dan harapan para pemain diwujudkan dengan performa maksimal di lapangan," katanya.
Bagi para atlet muda yang progresnya tengah melesat, Ricky memberikan pesan khusus agar tidak cepat puas. Ia mendorong para pemain masa depan Indonesia ini untuk mulai membangun visi jangka panjang hingga Olimpiade 2028 di Los Angeles.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








