Akurat Logo

Piala Thomas & Uber: Skuat Putra Indonesia Tersingkir di Penyisihan, Ini Penjelasan Eng Hian

Dian Eko Prasetio | 29 April 2026, 20:24 WIB
Piala Thomas & Uber: Skuat Putra Indonesia Tersingkir di Penyisihan, Ini Penjelasan Eng Hian
Kabid Binpres PSSI, Eng Hian, saat memberikan pengarahan kepada skuad Piala Thomas & Uber 2026 di Horsens, Denmark, 21 April 2026. PBSI

AKURAT.CO, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Eng Hian, secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas kegagalan Tim Thomas Indonesia melaju ke babak perempat final Piala Thomas & Uber 2026.

Langkah skuat Merah Putih terhenti secara tragis di fase grup setelah takluk 1-4 dari Prancis di laga penentuan Grup D di Forum Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026).

Eng Hian mengakui keunggulan tim lawan yang tampil lebih solid dan mampu memanfaatkan setiap peluang. Menurutnya, Prancis memiliki keuntungan strategis yang tidak dimiliki Indonesia dalam laga tersebut.

“Atas nama PBSI, saya memohon maaf karena belum bisa memberikan hasil terbaik. Harus kami akui Prancis tampil lebih baik. Mereka memiliki keuntungan dengan adanya Popov bersaudara (Christo dan Toma) yang bermain rangkap di tunggal maupun ganda,” kata Eng Hian melalui keterangannya, Rabu (29/4/2026).

Lebih lanjut, sosok yang akrab disapa Coach Didi ini membedah jalannya pertandingan yang membuat asa Indonesia pupus. Indonesia sebenarnya berpeluang besar mencuri poin melalui Anthony Sinisuka Ginting di tunggal ketiga. Namun, kendala fisik menjadi penghalang di momen krusial.

“Ginting mengalami kram di pengujung gim ketiga setelah sempat terjatuh. Kondisi itu membuat pergerakannya tidak optimal dan akurasi pukulannya menurun, sehingga ia kalah tipis 20-22 dari Toma Junior Popov,” katanya.

Eng Hian juga menyayangkan penampilan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani di partai keempat. Meski secara rekor pertemuan unggul 2-0 atas pasangan Eloi Adam/Leo Rossi, Sabar/Reza gagal bermain lepas di bawah tekanan.

“Sabar/Reza belum mampu menampilkan performa terbaik. Tekanan dari lawan membuat mereka tidak berhasil mengonversi peluang menjadi kemenangan,” kata Eng Hian.

Kekalahan tersebut menempatkan Indonesia di posisi ketiga klasemen akhir grup D dengan raihan dua menang satu kalah di bawah Thailand dan Prancis sekaligus gagal mengamankan tiket ke babak perempat final.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.