Akurat Logo

Wajib Langsung 'In' Sejak Awal di Skor 15x3, Pebulutangkis Indonesia Harus Cepat Adaptasi

Dian Eko Prasetio | 30 April 2026, 17:04 WIB
Wajib Langsung 'In' Sejak Awal di Skor 15x3, Pebulutangkis Indonesia Harus Cepat Adaptasi
Pebulutangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan, saat tampil kontra wakil Prancis, Alex Lanier, di penyisihan Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark, Selasa (28/4/2026). PBSI

AKURAT.CO, Perubahan sistem skor bulutangkis menjadi 15x3 diprediksi akan mengubah peta kekuatan dan strategi di lapangan. Pengamat bulutangkis nasional, Broto Happy, memberikan peringatan keras bagi para atlet Indonesia untuk segera beradaptasi dan mengubah pola pikir bertanding agar tidak tergilas oleh regulasi baru ini.

Menurut Broto Happy, sistem 15 poin tidak memberikan ruang bagi pemain untuk lambat panas. Jika selama ini dalam sistem 21 poin pemain masih bisa meraba taktik lawan di awal gim saat tertinggal poin, maka di sistem baru hal tersebut akan sangat berisiko.

"Kuncinya satu, ketika pemain masuk lapangan, mesinnya harus sudah panas benar. Harus langsung in. Di sistem 15 poin, jaraknya pendek sekali. 15 kali kesalahan, baik dibuat sendiri atau oleh lawan, gim sudah berakhir," kata Broto saat dihubungi Akurat.co, Rabu (29/4/2026).

Hingga saat ini, belum ada bukti konkret apakah sistem baru ini akan menguntungkan pemain Indonesia atau justru sebaliknya. Broto pun mendorong PP PBSI untuk segera melakukan simulasi intensif di Pelatnas sebagai langkah antisipasi.

"Saya belum melihat atlet-atlet Pelatnas menyikapi ini dengan simulasi yang dimatangkan di laboratorium mereka. Harus dicoba seserius mungkin untuk melihat kecocokannya," tuturnya.

Selain kesiapan mental untuk langsung "tancap gas", Broto menekankan tiga poin krusial yang wajib dimiliki pemain Indonesia dalam menghadapi skor 15x3. Pertama adalah strategi yang matang, kedua konsistensi pukulan, dan yang terakhir ketahanan fokus.

"Pemain Indonesia harus sadar, tidak ada lagi waktu untuk sekadar berpikir taktik di tengah gim saat sudah tertinggal jauh. Konsistensi dan kesiapan sejak poin pertama adalah harga mati," kata Broto.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.