Akurat Logo

Indonesia Terbuka: Juru Selamat Ganda Putra Tuan Rumah, Raymond/Joaquin Ogah Disebut 'Mini Minions'

Dian Eko Prasetio | 3 Juni 2026, 20:19 WIB
Indonesia Terbuka: Juru Selamat Ganda Putra Tuan Rumah, Raymond/Joaquin Ogah Disebut 'Mini Minions'
Pebulutangkis ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin saat berpose usai mengalahkan pasangan Jepang Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi pada babak 32 besar Indonesia Terbuka 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA/Fauzan

AKURAT.CO, Hasil kontras dan dramatis mewarnai perjalanan sektor ganda putra tuan rumah di babak 32 besar Indonesia Terbuka 2026. Di saat deretan ganda putra andalan Indonesia rontok berjemaah, pasangan muda Raymond Indra/Nikolaus Joaquin tampil sebagai juru selamat Pelatnas PBSI.

Bertanding di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Rabu (3/6) malam WIB, duet non-unggulan Indonesia Terbuka ini sukses memetik kemenangan telak atas wakil Jepang, Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi, lewat straight set 21-9 dan 21-13.

Kemenangan yang diukir Raymond/Nikolaus menjadi pelipur lara bagi pencinta bulutangkis Tanah Air. Pasalnya, sebelum mereka naik ke atas lapangan, publik Istora dipaksa menyaksikan rontoknya para raksasa ganda putra Merah Putih satu per satu secara beruntun di laga awal Indonesia Terbuka tahun ini.

Badai kekalahan ganda putra tuan rumah di Indonesia Terbuka sejatinya sudah dimulai sejak Selasa (2/6/2026), saat pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin harus tersingkir tragis setelah ditumbangkan wakil Chinese Taipei, Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan, lewat drama rubber game 16-21, 21-13, dan 19-21.

Mimpi buruk Indonesia terus berlanjut hari ini, Rabu (3/6). Duet bongkar-pasang Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat menjadi korban pertama setelah ditekuk eks juara dunia asal Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, dengan skor mencolok 8-21 dan 13-21.

Tak lama berselang, Istora kembali terhenyak setelah unggulan ketiga Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dipecundangi wakil China, Chen Bo Yang/Liu Yi, dua gim langsung dengan skor 13-21 dan 14-21.

Nestapa ganda putra kian lengkap setelah pasangan muda Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi juga terpaksa angkat koper usai kalah dari Zhi-Weo He/Huang Jui-Hsuan (Chinese Taipei) lewat pertarungan ketat 21-13, 17-21, dan 11-21.

Melihat empat kompatriotnya bertumbangan, Nikolaus Joaquin mengaku bahwa ia dan Raymond justru termotivasi untuk membuktikan bahwa taring ganda putra Indonesia belum sepenuhnya habis.

"Pertama-tama puji Tuhan kita bisa diberi kemenangan dan tidak ada cedera. Hari ini kita mainnya berjalan dengan lancar, kita bermain all out tanpa ada gangguan juga. Pas mereka (Fajar/Fikri) kalah, saya sama Raymond ya kita mau buktiin lah kalau ganda putra Indonesia tuh bisa bersaing," kata Joaquin.

Untuk jalannya pertandingan, Raymond/Nikolaus tampil jauh lebih matang dibanding pertemuan tahun lalu saat mereka dipaksa kalah ketat melalui rubber game oleh lawan yang sama.

Pemilihan strategi yang jeli dan kemampuan adaptasi terhadap embusan angin Istora menjadi pembeda kelas malam ini.

"Yang berbeda pasti beda, tahunnya beda, harinya beda, hampir semuanya beda. Tempatnya jadi beda. Tiap tempat itu punya anginnya masing-masing, punya silaunya masing-masing. Saya rasa di setiap match kita sama-sama punya kesempatan untuk menang, dan saya rasa puji Tuhan kita bisa bermain lebih siap dibanding mereka," urai Joaquin.

Kecepatan dan kegilaan gaya bertanding pasangan muda ini di atas lapangan bahkan kerap membuat publik menyamakan mereka dengan mantan ganda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Namun, dengan tegas, Joaquin menolak label Mini Minions dan ingin dikenal dengan identitas mereka sendiri.

"Kami tidak ingin dinamai sebagai Mini Minions, tapi kami ingin menjadi kami. Kami ingin dipanggil sebagai Ray-Jo saja. Raymond-Joaquin," cetus Joaquin.

Menjadi wakil ganda putra pertama yang lolos 16 besar, Raymond menegaskan tidak mau ambil pusing terkait beban mental tersebut. Fokusnya kini murni diarahkan untuk bisa melaju sejauh mungkin hingga naik ke podium tertinggi.

"Yang pasti kalau beban sih tentang kita sisa dua atau bagaimana saya tidak terlalu mikirin. Lebih mikirin gimana cara tampil terbaik di sini, saya mau juga juara di sini," sebut Raymond.

Berbekal pengalaman berharga menembus babak final Indonesia Masters awal tahun ini, Ray-Jo mengaku sudah belajar banyak cara menjinakkan atmosfer Istora yang bergemuruh agar tidak menjadi bumerang bagi permainan mereka.

"Karena kita sudah pernah main di Istora, pasti saya benar-benar excited lah. Cuma memang perlu diantisipasi saja sih. Karena kemarin waktu di Indonesia Masters saya terlalu menggebu-gebu mainnya, jadinya malah bumerang balik buat saya," jelas Joaquin.

"Jadi di kesempatan kali ini saya pengen mencoba lebih baik lagi dari sebelumnya. Kalau misal kitanya pikirannya siap, badannya kita siap, saya rasa kita bisa bersaing di level Super 1000 ini."

Hasil lengkap babak 32 besar sektor ganda putra Indonesia di ajang BWF Super 1000 Indonesia Terbuka 2026

Selasa, 2 Juni 2026

Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan (Chinese Taipei) 16-21, 21-13, 19-21

Rabu, 3 Juni 2026

Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat vs [8] Takuro Hoki/Yugo Kobayashi (Jepang) 8-21, 13-21

Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri [3] vs Chen Bo Yang/Liu Yi (China) 13-21, 14-21

Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi vs Zhi-Weo He/Huang Jui-Hsuan (Chinese Taipei) 21-13, 17-21, 11-21

Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi (Jepang) 21-9, 21-13

Sabar Karyaman Gutama/Moh. Reza Pahlevi Isfahani [6] vs Chen Zhi Yi/Presley Smith (Amerika Serikat) Masih Bertanding

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.