Akurat Logo

Mirra Andreeva Juarai Roland Garros 2026, Raih Gelar Grand Slam Pertama di Usia 19 Tahun

Zainal Hasan | 7 Juni 2026, 02:45 WIB
Mirra Andreeva Juarai Roland Garros 2026, Raih Gelar Grand Slam Pertama di Usia 19 Tahun
Petenis Rusia, Mirra Andreeva, merebut gelar Grand Slam di ajang Prancis Terbuka 2026. Foto: Newyorker.com

AKURAT.CO Petenis muda Rusia, Mirra Andreeva, sukses menorehkan sejarah baru dalam kariernya setelah merebut gelar Grand Slam pertama di ajang Prancis Terbuka 2026.

Pada partai final yang berlangsung di Lapangan Philippe-Chatrier, Paris, Sabtu (6/6/2026), Andreeva tampil dominan untuk mengalahkan wakil Polandia, Maja Chwalinska, dengan skor meyakinkan 6-3, 6-2.

Kemenangan tersebut sekaligus menegaskan status Andreeva sebagai salah satu bintang masa depan tenis dunia.

Petenis peringkat delapan dunia itu mampu mengendalikan jalannya pertandingan sejak set pertama dan tidak memberi banyak ruang bagi Chwalinska untuk mengembangkan permainan.

Bagi Chwalinska, pencapaian hingga final menjadi kejutan besar. Petenis peringkat 114 dunia itu memulai turnamen dari babak kualifikasi dan berhasil menembus partai puncak untuk pertama kalinya di level Grand Slam.

Namun, pengalaman dan kualitas Andreeva menjadi pembeda dalam duel tersebut.

Keberhasilan ini membuat Andreeva menjadi remaja pertama yang memenangkan gelar Roland Garros sejak Iga Swiatek melakukannya pada 2020.

Ia juga tercatat sebagai juara tunggal putri termuda di Paris sejak Monica Seles meraih gelar ketiganya pada 1992 saat masih berusia 18 tahun.

Usai memastikan kemenangan melalui pukulan backhand menyilang yang gagal dijangkau lawannya, Andreeva langsung berlutut di atas lapangan tanah liat sebagai bentuk luapan emosinya.

Momen tersebut menjadi penanda lahirnya juara baru di panggung tenis dunia.

Selain trofi bergengsi, Andreeva juga berhak membawa pulang hadiah uang sekitar Rp47,5 miliar. Sementara itu, Chwalinska sebagai runner up memperoleh hadiah sekitar Rp39 miliar.

Perjalanan Andreeva menuju puncak sebenarnya sudah diprediksi sejak beberapa tahun terakhir. Namanya mulai mencuri perhatian saat tampil gemilang di Madrid Open 2023 ketika masih berusia 15 tahun.

Kala itu, ia menjadi salah satu petenis termuda yang mampu melaju hingga perempat final turnamen level WTA 1000.

Di Roland Garros tahun ini, Andreeva kembali menunjukkan mental juara. Meski harus tampil sebagai atlet netral di tengah situasi geopolitik yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina, performanya di lapangan tetap konsisten.

Sebelum mencapai final, Andreeva juga menjadi sorotan saat mengalahkan petenis Ukraina, Marta Kostyuk, di semifinal.

Seperti yang kerap terjadi sejak konflik Rusia-Ukraina pecah pada 2022, tidak ada jabat tangan antara kedua pemain usai pertandingan.

Kesuksesan Andreeva juga menjadi pencapaian spesial bagi tim pelatihnya yang dipimpin mantan petenis Spanyol, Conchita Martinez.

Menariknya, Martinez pernah mencapai final Roland Garros pada 2000, tetapi gagal meraih gelar setelah kalah dari Mary Pierce. Kini, muridnya berhasil melampaui pencapaian tersebut dengan membawa pulang trofi juara.

Final sendiri berlangsung dalam kondisi cuaca yang cukup menantang. Angin kencang beberapa kali memengaruhi permainan kedua petenis.

Chwalinska bahkan membuka pertandingan dengan double fault dan sempat memberikan perlawanan melalui variasi spin serta drop shot yang menyulitkan.

Namun, Andreeva mampu beradaptasi lebih cepat. Ketenangannya dalam menghadapi kondisi lapangan membuat ia terus mendominasi hingga akhirnya mengunci kemenangan dalam dua set langsung.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Z
Reporter
Zainal Hasan
W
Editor
Wahyu SK