Australia Terbuka: Belum Bisa Tampil Konsisten Jadi Alasan Ali/Devin Tersingkir di Putaran Pertama

AKURAT.CO, Hasil minor terpaksa ditelan oleh pasangan ganda putra Indonesia, Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi, pada babak 32 besar turnamen BWF World Tour Super 500 Australia Terbuka 2026.
Duet ganda muda binaan Pelatnas Cipayung ini harus angkat koper lebih awal di Australia Terbuka setelah gagal membendung ketangguhan wakil Hong Kong, Hung Kuei Chun/Lui Chun Wai, dengan skor 17-21, 21-11, dan 13-21, di Quaycentre, Sydney, Australia, Selasa (9/6) WIB.
Kegagalan di putaran pertama Australia Terbuka kali ini memicu kekecewaan mendalam bagi Ali/Devin.
Pasalnya, skenario kekalahan yang mereka alami di Sydney hari ini bak dejavu dari hasil minor yang mereka rasakan saat tersingkir di babak awal Indonesia Terbuka pekan lalu lantaran kehilangan momentum.
"Terutama di gim ketiga tadi start-nya ketinggalan. Sama seperti minggu lalu di Indonesia Open, sama kesalahannya. Mainnya tiba-tiba berubah dari gim kedua, banyak bikin kesalahan sendiri," kata Devin.
Devin menegaskan bahwa ketidakmampuan keluar dari tekanan saat posisi tertinggal merupakan pekerjaan rumah terbesar yang harus segera mereka benahi.
Senada dengan sang partner, Ali Faathir Rayhan juga menyoroti masalah fokus yang naik-turun di atas lapangan. Minimnya variasi strategi membuat permainan mereka menjadi mudah dibaca dan diantisipasi oleh lawan pada gim penentu.
"Kami tadi sempat mengejar tapi jauh lagi poinnya, belum bisa konsisten fokusnya dan cara mainnya. Ini jadi evaluasi dan pelajaran kami ke depan. Selain itu kami tidak boleh monoton polanya, harus bisa baca pola lawan lalu cari cara ngelawannya," jelas Ali.
Tumbangnya Ali/Devin menjadi riak kecil di tengah impresifnya performa pasukan Merah Putih pada hari pertama di Sydney.
Sebelum Ali/Devin naik ke atas lapangan, Indonesia sebenarnya sudah lebih dulu tampil perkasa dengan menyapu bersih kemenangan lewat tiga wakil andalan yang mulus mengamankan tiket babak 16 besar.
Pesta kemenangan Indonesia dibuka oleh ganda putra unggulan ketiga, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani, yang sukses menjinakkan perlawanan alot wakil Singapura, Donovan Willard Wee/Jia Hao Howin Wong, lewat kemenangan straight game dengan skor 23-21 dan 21-16.
Keberhasilan itu langsung menular ke sektor ganda putri melalui performa dominan unggulan ketujuh, Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari, yang tanpa ampun melibas duet Hong Kong, Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam, dengan skor 21-9 dan 21-18.
Tak lama berselang, sang juara bertahan sekaligus unggulan kelima, Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum, menyempurnakan kegemilangan Indonesia.
Lewat ujian mental dan ketenangan defense yang solid, Rachel/Febi sukses melakukan comeback manis untuk mendepak wakil Korea Selatan, Kim Yu Jung/Lee Yu Lim, lewat pertarungan rubber game dengan skor 16-21, 21-16, dan 21-15.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








