Asian Games: PBSI Buka Pintu Untuk Atlet Non Pelatnas PBSI, Jojo dan Sabar/Reza Berpeluang

AKURAT.CO, Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) memasang target tinggi untuk menyumbangkan medali emas bagi kontingen Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Guna merealisasikan misi tersebut, federasi memastikan bakal menurunkan kekuatan terbaik tanpa membedakan status pemain Pelatnas PBSI maupun non-Pelatnas.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PP PBSI, Ricky Soebagdja, menegaskan bahwa pihaknya memfokuskan sisa waktu persiapan menjelang pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut.
Asian Games Aichi-Nagoya sendiri dijadwalkan berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober 2026 mendatang.
Ricky Soebagdja menyampaikan bahwa daftar nama pemain yang telah didaftarkan dalam entry by name saat ini masih dipertahankan.
PBSI berharap seluruh atlet berada dalam kondisi fit dan tidak ditemui kendala berarti hingga hari H pertandingan.
"Dengan sisa waktu yang ada, tentu kita berharap tim Asian Games kita bisa memberikan yang terbaik nanti. Tapi kalau dari target-targetnya, nanti kita diskusi kembali dengan Binpres, sektor mana yang bisa ditargetkan," kata Ricky di Jakarta, Jumat (24/7/2026).
"Mudah-mudahan bulutangkis menyumbangkan emas. Sejauh ini kan sudah masuk namanya. Mudah-mudahan tidak ada yang tidak kita harapkan terhadap nama-nama tersebut supaya bisa tetap lolos."
Kombinasi Skuad Terbaik: Pintu Terbuka untuk Jojo dan Sabar/Reza ke Asian Games
Mengenai komposisi skuad Indonesia, rumor mengenai bergabungnya pemain non-Pelatnas seperti tunggal putra Jonatan Christie hingga ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani mendapat lampu hijau dari federasi.
Ricky menegaskan prioritas utama PBSI adalah memilih atlet berprestasi terbaik demi mengibarkan bendera Merah Putih di podium tertinggi.
"Yang pasti kita pilih yang terbaik. Bisa juga nanti dari luar atau dari Pelatnas, tapi yang terbaik," tegas legenda ganda putra Indonesia tersebut.
Langkah ini mengacu pada strategi PBSI pada gelaran Piala Thomas sebelumnya. Di mana kolaborasi antara pemain Pelatnas dan non-Pelatnas terbukti mendongkrak kedalaman skuad Indonesia.
"Kemungkinan juga di beberapa sektor kita butuhkan seperti kemarin ada Thomas Cup, ada dari non-Pelatnas juga. Enggak menutup kemungkinan, tapi itu (pemain) yang terbaik. Mix-lah, campur," kata Ricky mengakhiri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







