Akurat Logo

Kejuaraan Dunia: Fajar/Fikri Lewati Drama 'Rubber Game', Langkah Putri KW Terhenti

Dian Eko Prasetio | 20 Agustus 2026, 23:14 WIB
Kejuaraan Dunia: Fajar/Fikri Lewati Drama 'Rubber Game', Langkah Putri KW Terhenti
Pasangan ganda putra bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, saat beraksi di babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 di New Delhi, India, Kamis (20/8/2026). PBSI.

AKURAT.CO, Nasib berbeda dialami dua wakil Indonesia pada babak 16 besar ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026 yang berlangsung di Indira Gandhi Stadium, New Delhi, India, Kamis (20/8/2026).

Pasangan ganda putra unggulan kedua, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, sukses menggenggam tiket ke babak perempat final Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026.

Sementara langkah atlet tunggal putri unggulan keenam, Putri Kusuma Wardani, harus terhenti di babak 16 besar ajang Kejuaraan Dunia Bulutangkis kali ini.

Fajar/Fikri harus berjuang ekstra saat berhadapan dengan unggulan ke-15 asal Korea Selatan, Kang Min-hyuk/Ki Dong-ju.

Lewat pertarungan rubber game, Fajar/Fikri akhirnya membungkus kemenangan dengan skor akhir 21-15, 14-21, dan 21-12.

Fajar menjelaskan bahwa kunci kemenangan mereka terletak pada keberhasilan membalikkan keadaan di gim pertama serta permainan agresif sejak awal gim penentuan.

"Kami tidak mudah melawan pasangan Korea hari ini, mereka bermain cukup solid, cukup baik, apalagi di start awal. Start awal gim pertama dan kedua mereka sangat baik, tapi untungnya di gim pertama kami bisa membalikkan keadaan setelah tertinggal," kata Fajar Alfian.

https://www.akurat.co/badminton/883418/kejuaraan-dunia-fajar-fikri-mulus-ke-16-besar-rachel-febi-menangi-perang-saudara

"Berbeda dengan gim kedua, kami tidak bisa membalikkan keadaan karena memang kondisi lapangan yang kalah angin. Gim ketiga akhirnya kami tidak mau kalah start lagi, kami langsung bermain dengan sangat agresif."

Sisi evaluasi juga disampaikan oleh Fikri. Ia menilai duet ganda Korea tampil lebih rapi ketimbang pertemuan sebelumnya, sementara ia dan Fajar sempat terlambat beradaptasi dengan karakter arena.

"Pasangan Korea dibandingkan pertemuan terakhir ada perbedaan, mereka lebih safe, lebih rapi dan tenaganya juga lebih memaksa, sementara dari kami berdua memang kurang siap," tutur Fikri.

"Start-nya sangat buruk, terutama di gim kedua. Adaptasi kami kurang cepat karena di lapangan tiga ternyata menang-kalah anginnya lebih terasa."

Kendati memetik kemenangan, Fajar mengaku belum puas dengan performa pribadinya pada pertandingan hari ini dan bertekad memaksimalkan waktu pemulihan fisik demi tampil lebih baik pada babak perempat final esok hari.

"Walau menang tapi tadi saya bermain kurang baik. Semoga besok bisa menampilkan yang jauh lebih baik dengan kondisi yang baik juga. Kami akan maksimalkan recovery," tambah Fajar.

Sementara itu dari sektor tunggal putri, kekecewaan mendalam dirasakan oleh Putri Kusuma Wardani.

Menempati posisi unggulan keenam, langkah Putri dihentikan oleh wakil Denmark, Line Christophersen, dua gim langsung dengan skor 18-21 dan 17-21.

Putri KW tak menampik adanya rasa kecewa akibat tekanan permainan serta kesulitan membongkar pertahanan rapat yang dibangun oleh wakil Denmark tersebut.

"Sangat kecewa dengan penampilan hari ini karena mainnya juga ada tekanan padahal saya tidak berpikir terlalu jauh," ungkap Putri.

"Di luar memang Line benar-benar menguasai bola depannya, dia terus mencari serangan yang memang menjadi kekuatannya, tidak yang hanya bertahan " ungkap Putri.

Pemain jebolan PB Exist ini menambahkan bahwa banyaknya kesalahan sendiri yang dilakukannya di poin-poin krusial kian mempermudah lawan mengontrol jalannya laga hingga akhir.

"Saya juga banyak mati sendiri dan sulit sekali mencari celah kosong di lapangan dia," katq Putri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.