Meski beberapa pakar mendesak Wolff untuk bertaruh pada Antonelli, namun pria asal Austria itu menjelaskan bahwa dia tidak condong ke satu pembalap atau yang lain karena dia tidak ingin memulai rumor.
"Kimi sudah bersama Mercedes sejak dia berusia sebelas tahun. Dia pernah mengikuti program junior, dan karier juniornya sangat sukses," kata Wolff sebagaimana dikutip laman PlanetF1.com.
"Saya pikir yang paling penting pada tahap ini adalah dia berkonsentrasi di F2. Jika kita mulai memutarbalikkan pikirannya atau menyebarkan rumor di media tentang dia, itu tidak akan membantu musim F2-nya."
"Dia baru saja keluar dari kart beberapa tahun lalu dan usianya belum genap 18 tahun. Jadi saya lebih suka tidak memulai spekulasi apa pun tentang Kimi yang masuk ke Formula 1 pada tahap ini," jelas Wolff menuntaskan.
Di lain sisi, meski baru berusia 17 tahun, Antonelli telah dianggap sebagai masa depan Mercedes yang mengontraknya ke ptogram junior pada tahun 2019.
Keputusan yang dibuat tahun ini untuknya adalah melewatkan Formula 3 karena pembalap asal Italia itu maju dari Formula Regional European Championship langsung ke Formula 2 di mana dia akan membalap untuk Prema.
Ada anggapan bahwa langkah selanjutnya yang bisa diambil untuk Andrea Kimi Antonelli adalah Formula 1 pada musim depan. Ia bahkan bisa mendapatkan kursi pembalap Mercedes menggantikan Lewis Hamilton.
Sementaran itu pada awal bulan ini, Hamilton mengumumkan bahwa dia akan menukar kursi Mercedesnya dengan Ferrari pada akhir tahun ini atau tepatnya pada F1 2025. Hal ini membuat Wolff harus mencari pembalap F1 baru.
Namun, menempatkan Antonelli di kursi balap Williams seperti yang dilakukan Wolff sebelumnya dengan George Russell mungkin bukan tugas yang mudah.
Pasalnya, Williams juga memiliki pembalap-pembalap muda di Formula 2 seperti Zak O'Sullivan dan Franco Colapinto.