Red Bull Umumkan Liam Lawson Gantikan Sergio Perez Dampingi Max Verstappen Musim Depan

AKURAT.CO, Pembalap Selandia Baru, Liam Lawson, bakal membalap untuk Red Bull Racing bersama juara dunia Max Verstappen untuk Formula One (F1) musim 2025 menyusul hengkangnya Sergio Perez.
Pengumuman Liam Lawson memperkuat Red Bull datang sehari setelah tim yang bermarkas di Inggris itu menyetujui kesepakatan pemutusan kontrak dengan Sergio Perez menyusul musim yang kurang bersinar dari pembalap Meksiko tersebut.
Liam Lawson, 22 tahun, sebelumnya sudah pernah mencicipi sebelas seri grand prix F1 yang terjadi dalam dua musim.
Meski Lawson belum bisa mengalahkan rekan setimnya, Yuki Tsunoda, selama periode tersebut, namun Red Bull lebih menyukainya daripada memilih pembalap Jepang tersebut.
Baca Juga: Red Bull Tertinggal dari McLaren, Christian Horner Desak Sergio Perez Tampil Lebih Baik
"Penampilan Liam selama dua periode bersama Racing Bulls telah menunjukkan bahwa ia tidak hanya mampu memberikan hasil yang kuat, tapi juga seorang pembalap sejati, yang tidak takut untuk bersaing dengan yang terbaik dan menjadi yang teratas," kata Kepala Tim Red Bull, Christian Horner, sebagaimana dikutip dari BBC.
Lawson akan menjadi rekan setim keempat Verstappen sejak pembalap Australia, Daniel Ricciardo, memilih meninggalkan Red Bull pada akhir 2018.
Perez mengikuti langkah Pierre Gasly dan Alex Albon yang dikeluarkan karena performa mereka gagal meyakinkan Red Bull bisa berada pada level yang dapat diterima untuk pembalap kedua.
"Tetapi, saya yakin Liam dapat menghadapi tantangan itu dan memberikan beberapa hasil yang luar biasa bagi kami tahun depan," jelas Horner.
Baca Juga: Bos Red Bull Sebut Sebastian Vettel Tanyakan Kemungkinan Kembali Jika Sergio Perez Hengkang
Lawson melakoni debut F1 di Grand Prix Belanda 2023 sebagai pembalap pengganti Ricciardo yang tangannya patah akibat kecelakaan saat latihan di Zandvoort.
Ia memperoleh satu poin untuk posisi kesepuluh hanya dalam grand prix ketiganya di Singapura sebelum Ricciardo kembali untuk empat balapan terakhir musim ini.
Ricciardo awalnya dimasukkan ke dalam mobil untuk membuktikan kemampuannya untuk kembali ke Red Bull bersama Verstappen. Tetapi ia dikeluarkan dan digantikan oleh Lawson setelah Grand Prix Singapura tahun ini.
Lawson hanya dua kali mengungguli Tsunoda dalam kualifikasi sejak ia kembali. Yaitu saat balapan sprint di Grand Prix Sao Paulo dan Qatar dan rata-rata lebih lambat 0,077 detik dalam satu putaran.
Tetapi Red Bull tidak pernah yakin bahwa Tsunoda yang berada di Racing Bulls atas perintah pemasok mesin Honda, memiliki apa yang diperlukan menjadi pembalap yang cocok untuk tim utama.
Performa agresif Lawson di Grand Prix Amerika Serikat hingga posisi kesembilan, di mana ia mengalahkan juara dunia dua kali dari Aston Martin Fernando Alonso, dan pertarungan dengan Perez di Mexico City yang berakhir dengan kontak, merupakan beberapa penampilan yang meyakinkan Red Bull bahwa ia layak diberi kesempatan.
"Diumumkan sebagai pembalap Red Bull Racing adalah mimpi seumur hidup bagi saya, ini adalah sesuatu yang saya inginkan dan upayakan sejak saya berusia delapan tahun," beber Lawson.
"Ini merupakan perjalanan yang luar biasa. Saya sangat bersemangat untuk bekerja bersama Max dan belajar dari seorang juara dunia. Saya yakin saya akan belajar dari keahliannya. Saya tidak sabar untuk memulainya."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









