Fransesco Bagnaia Ogah 'Coret' Fabio Quartararo dari Persaingan Barisan Depan Musim 2025

AKURAT.CO, Pemilik dua gelar juara dunia MotoGP, Francesco Bagnaia, mengatakan bahwa ia tidak menutup kemungkinan untuk menghadapi jagoan Yamaha, Fabio Quartararo, di barisan terdepan pada musim 2025.
"Saya tidak akan mengesampingkan (Fabio) Quartararo, karena Yamaha sedang mengalami peningkatan," kata Fransesco Bagnaia dikutip laman Crash.
Fransesco Bagnaia dan Fabio Quartararo sempat bertarung sengit memperebutkan gelar juara dunia pada 2022. Di mana kala itu pembalap asal Italia tersebut keluar sebagai juara dunia untuk pertama kalinya usai membalikkan defisit 91 poin pada pertengahan musim.
Baca Juga: Jorge Martin: Bagnaia, Marquez, dan Bastianini Jadikan Saya Pembalap yang Lebih Baik
Itu juga tampaknya menjadi awal kemunduran Yamaha sebelum mereka menjalani musim terburuk pada tahun 2024 setelah untuk pertamakalinya gagal naik podium kemenangan dalam dua musim beruntun.
Yamaha hanya mampu mencetak 124 poin pada kejuaraan konstruktor, turun dari 195 poin yang mereka dapatkan pada musim 2023.
Namun, pengembangan konstan motor M1 membuat Quartararo mampu tampil cukup agresif di akhir musim 2024 dengan meraih posisi terbaik di peringkat enam.
Pembalap asal Prancis itu juga menjadi pembalap teratas dari merek-merek asal Jepang di klasemen MotoGP 2024 dengan posisi ke-13, atau unggul 58 poin dari Johann Zarco dari LCR Honda.
Baca Juga: MotoGP Indonesia: Marc Marquez Jalan Kaki, Fabio Quartararo Jogging Telanjang Dada
Quartaro akan tetap bersama Yamaha hingga akhir tahun 2026 di mana dia juga memuji perubahan positif timnya dalam hal pengembangan motor sebagai langkah terbesar yang dilakukan tahun ini.
Bagnaia sendiri akan bersama tim pabrikan Ducati pada musim depan meski dia akan mengawali musim baru bukan sebagai juara bertahan untuk pertama kalinya sejak 2022. Selain itu, dia juga akan berduet dengan pemilik tujuh gelar dunia, Marc Marquez.
Meskipun memenangi sebelas grand prix di musim 2024, Bagnaia hanya mampu keluar sebagai runner-up di belakang pembalap tim satelit mereka, Jorge Martin, yang pada musim depan tidak akan lagi memperkuat Pramac.
"Tujuan saya berikutnya adalah memenangi tiga kejuaraan dunia MotoGP. Apa yang akan terjadi pada tahun 2025? Ducati akan menjadi motor yang harus dikalahkan," jelas Bagnaia.
"Saya berharap balapan tidak hanya diramaikan oleh saya dan Marquez saja. Namun, Aprilia memiliki duo baru (Jorge Martin dan Marco Bezzecchi), dan KTM dapat mengandalkan (Pedro) Acosta dan (Brad) Binder."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







