AKURAT.CO, Setelah terakhir kali menggelar ajang reli dunia pada 1996–1997, Indonesia kembali berpeluang untuk menggelar World Rally Championship pada tahun 2026 di Sumatera Utara.
Menanggapi peluang tersebut, Wakil Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bidang Mobilitas, Rifat Sungkar, meminta adanya regulasi yang mampu meringankan beban biaya pembalap Tanah Air di tengah semakin banyaknya ajang balap internasional yang hadir di Indonesia.
Rifat menilai tingginya biaya operasional menjadi tantangan serius bagi para atlet balap nasional. Ia mencontohkan harga bahan bakar khusus balap di Indonesia yang jauh lebih mahal dibanding negara lain.
"Sekarang tuh event bagus datang, tapi mobil kita tetap kemahalan. That's the problems. Ya kan! running cost kita kalau balapan rally di sini hampir dua kali lipat daripada kita balapan di Australia," kata Rifat di Jakarta, Selasa (30/9).
"Running cost-nya kemahalan. Jadi kita harus ada pengaturan masalah fasilitas olahraga secara keseluruhan. Harga bensinnya (di sini) sepertiga, di Australia (dapat) satu liter. Saya rasa enggak cuma buat reli aja, tapi untuk seluruh motorsport."
Menurut Rifat, tanpa langkah nyata, masyarakat Indonesia hanya akan menjadi penonton di berbagai ajang balap bergengsi yang kini mulai rutin digelar di tanah air.
Untuk bisa mendapatkan ekosistem yang lebih sehat, Ia mengaku terus berkomunikasi dengan pemerintah agar kebijakan lebih berpihak kepada pembalap dan industri otomotif nasional.
"Jadi kita harus ada pengaturan masalah fasilitas olahraga secara keseluruhan. Tapi kayaknya udah lebih baik karena udah ada aturan-aturan itu yang lagi saya pelajari," ujarnya.
Di sisi lain, Rifat memastikan persiapan Indonesia sebagai tuan rumah World Rally Championship (WRC) 2026 tetap berjalan meski terjadi pergantian Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dari Dito Ariotedjo ke Erick Thohir.
"Sebetulnya itu (persiapan menjadi tuan rumah WRC 2026) still on going ya setahu saya. Karena, kan ketua IMI juga baru (Moreno Soeprapto). Kalau dari Kemenpora sebelum pergantian pun memang sudah dibicarakan lebih lanjut," jelasnya.
Selain itu, Rifat mengaku amat sangat antusias bisa menyambut kembalinya WRC ke Indonesia. Ia optimistis pergantian Menpora ini bisa membawa energi positif bagi kemajuan industri olahraga di tanah air.
"Mas Erick ngerti banget industri olahraga. Waktu SEA Games (dia) keren bikinnya. Saya pikir ini (pergantian Menpora) akan jadi revolusi yang bagus," Rifat menuntaskan.
Kehadiran WRC pada 2026 akan melengkapi deretan kejuaraan dunia otomotif yang sudah digelar di Indonesia, seperti MotoGP dan Formula E.
Namun, Rifat mengingatkan bahwa keberhasilan event internasional tidak akan cukup jika pembalap Tanah Air masih terbebani tingginya biaya.