Tercecer di COTA, Marc Marquez Akui Bayar Mahal Kesalahan di Sesi Sprint

AKURAT.CO, Circuit Of The Americas atau yang lebih dikenal dengan nama COTA, Texas, Amerika Serikat, biasanya menjadi taman bermain bagi Marc Marquez. Namun, hasil balapan kali ini berbicara sebaliknya.
Sang juara dunia bertahan dari tim Ducati Lenovo itu harus puas finis di posisi kelima pada MotoGP Amerika Serikat, Senin (30/3) dini hari WIB.
Sebuah hasil yang disebut Marc Marquez sebagai konsekuensi logis dari kesalahan fatal di hari sebelumnya (sprint race).
Rider berjuluk The Baby Alien ini mengakui bahwa insiden dengan Fabio Di Giannantonio pada sesi sprint MotoGP AS Sabtu (28/3) lalu menjadi bumerang yang menghancurkan peluangnya di balapan utama.
Tidak hanya kehilangan poin di Sprint, Marquez juga harus menjalani long lap penalty (LLP) yang memaksanya melorot ke barisan tengah.
“Kami membayar kesalahan kemarin dengan harga yang sangat mahal,” kata Marc Marquez dikutip laman resmi MotoGP.com.
“Kemarin nol poin, dan hari ini penalti itu memaksa saya keluar di tengah kepungan grup. Itu mungkin bagus untuk tontonan, tapi tidak untuk saya! Saya sudah mencoba yang terbaik, tapi P5 adalah hasil maksimal yang bisa saya raih.”
Statistik menunjukkan bahwa tanpa penalti tersebut, Marquez sejatinya memiliki ritme yang menjanjikan.
Ia hanya kehilangan sekitar 2,5 detik saat menjalani putaran penalti, namun finis dengan selisih 8,1 detik dari sang pemenang, Marco Bezzecchi (Aprilia).
Meski sempat mencatatkan waktu lap tajam, hanya terpaut 0,096 detik dari best lap balapan, Marquez baru bisa menemukan kecepatannya pada lap dua belas dari dua puluh putaran.
Hal ini berbanding terbalik dengan Bezzecchi yang mencetak waktu terbaik di lap keenam, atau Jorge Martin di lap keempat.
“Saya kehilangan banyak waktu di lap-lap awal. Saat ban masih baru, saya merasa belum siap mengendalikan motor. Saya tidak merasa nyaman,” jelas Marquez.
Masalah stabilitas motor saat pengereman di tikungan pertama juga kembali menghantuinya, sama seperti insiden yang dialaminya di sesi sebelumnya.
Meski mampu melakukan comeback dengan menyalip sang adik, Alex Marquez, Enea Bastianini, hingga rekan setimnya, Francesco Bagnaia, di lap-lap terakhir, upaya itu sudah terlambat untuk mengejar podium.
Hasil di Texas memastikan Marquez menutup rangkaian seri pembuka musim 2026 dengan catatan yang kurang memuaskan.
Dari enam balapan yang sudah digelar (termasuk sprint), pembalap Spanyol ini baru mengantongi satu kemenangan Sprint.
Saat ini, Marc Marquez bertengger di klasemen dengan selisih tiga puluh enam poin dari Marco Bezzecchi yang tampil sempurna dengan menyapu bersih tiga kemenangan Grand Prix musim ini.
“Mungkin tanpa penalti, bertarung untuk podium itu memungkinkan, tapi tetap akan sulit,” ucap Marquez.
Kini, fokus Marquez beralih ke seri kandangnya, GP Spanyol di Jerez, akhir bulan depan. Ia harus segera menemukan solusi atas kendala kecepatan awal balapannya jika ingin memangkas jarak poin yang kian melebar dari dominasi Aprilia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







