Moto3 Belanda: Kecewa Veda Ega Pratama dan Zen Mitani Gagal, Ini Penjelasan Hiroshi Aoyama

AKURAT.CO, Kekecewaan mendalam tak dapat disembunyikan oleh Manajer Tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama.
Tampil menjanjikan sejak hari pertama latihan dan babak kualifikasi, dua pembalap rookie andalannya, Veda Ega Pratama dan Zen Mitani, justru kompak gagal finis (DNF) pada balapan utama Moto3 Grand Prix Belanda 2026, Minggu (28/6/2026) siang WIB.
Hasil minor di Moto3 Belanda di Sirkuit TT Assen, Assen, Belanda, ini dinilai tidak mencerminkan kerja keras dan progres besar yang telah ditunjukkan tim sepanjang akhir pekan.
Perubahan kondisi lintasan pasca-diguyur hujan lebat pada malam hari sebelum balapan ditengarai menjadi momok utama yang mengacaukan performa motor kedua pembalap di Moto3 Belanda.
Hiroshi Aoyama membeberkan bahwa cuaca kering saat balapan, dengan suhu udara 28 derajat celcius dan kelembapan 60 persen mengecoh karena kondisi aspal (suhu 35° celcius) sebenarnya telah berubah drastis dibanding hari Jumat dan Sabtu. Hal ini membuat kedua pembalapnya kesulitan mengendalikan cengkeraman ban.
"Setelah tiga hari di Assen, hasil hari ini sangat berbeda dibandingkan kemarin. Kondisi lintasan berubah setelah hujan lebat semalam, dan feeling terhadap trek pun berbeda," ungkap Hiroshi Aoyama melalui rilis resmi tim, Minggu (28/6/2026).
"Kedua pembalap kami mengalami beberapa kesulitan karena motor sering mengalami selip (sliding) selama balapan."
Padahal, jalannya paruh pertama balapan sempat memicu optimisme tinggi di garasi Honda Team Asia. Veda Ega Pratama yang start dari posisi ketujuh (P7) melakukan lonjakan luar biasa hingga sempat menusuk ke posisi kedua demi memperebutkan kemenangan. Sementara itu, Mitani yang start dari P20 juga tampil agresif merangsek ke rombongan tengah.
Sayangnya, agresivitas tersebut berakhir antiklimaks. Ketatnya aksi saling salip dan beberapa kali kontak fisik dengan pembalap lain membuat posisi Veda perlahan melorot.
Tepat di pertengahan laga, pembalap bernomor motor 9 itu kehilangan kendali dan terjatuh di tikungan 4.
Nasib tak kalah apes dialami Zen Mitani. Pembalap Jepang ini sudah berhasil menembus posisi ke-17 sebelum akhirnya tersungkur di area tikungan 10 dan 11 pada lap kedua.
Mitani bahkan dilaporkan mengalami cedera ringan berupa rasa nyeri di tangannya pasca-insiden tersebut.
"Sangat disayangkan, di pertengahan balapan Veda terjatuh di Tikungan 4, dan kemudian Mitani juga mengalami kecelakaan di Tikungan 10 dan 11," keluh mantan juara dunia kelas 250cc itu.
"Tidak ada yang bisa melanjutkan balapan, jadi ini adalah hasil yang sangat membuat stres dan mengecewakan bagi kami."
Kendati harus pulang dengan tangan hampa dari Sirkuit TT Assen, Aoyama enggan anak asuhnya berlarut-larut dalam kesedihan. Ia meminta seluruh kru dan pembalap memetik pelajaran berharga dari kegagalan ini.
"Inilah balapan, dan terkadang situasi seperti ini memang terjadi. Kami kecewa, tetapi kami harus belajar dari kesalahan kami dan kembali lebih kuat pada balapan berikutnya di Jerman," tegas Aoyama.
Skuad Honda Team Asia kini mengalihkan fokus penuh ke Jerman. Mereka memiliki waktu jeda selama satu pekan untuk mengevaluasi data dan memulihkan kondisi fisik sebelum kembali mengaspal pada seri kesebelas Moto3 2026 di Sirkuit Sachsenring, 10-12 Juli mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 4Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 520 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 8Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








