Piala Dunia Putri Dan Sejumlah Masalah Yang Harus Dibereskan FIFA
AKURAT.CO, Sukses Tim Nasional Spanyol menjadi juara Piala Dunia Putri Australia-Selandia Baru 2023 jelas menjadi kemenangan yang menandai prospek besar terhadap sepakbola putri di dunia. Pun demikian, masih banyak persoalan yang harus dibenahi oleh FIFA bersumber dari sejumlah protes para pesepakbola putri.
Bintang Timnas Putri Spanyol peraih Ballon D’Or 2021 dan 2022, Alexia Putellas, mengatakan bahwa sejumlah hal yang tak menyenangkan bagi pemain terjadi berulang-ulang. FIFA, kata Putellas, harus memberikan perhatian lebih untuk masalah-masalah tersebut.
“Ini tidak hanya menganggu saya karena ini (tidak terjadi) hanya di satu negara,” kata Putellas sebagaimana dipetik dari BBC. “Ini seringkali berulang. Dan FIFA harus mencatatnya.”
Spanyol menjadi juara Piala Dunia Putri 2023 setelah mengalami perselisihan dengan pelatih mereka sendiri, Jorge Vilda. Tahun lalu, sebanyak 15 pemain menolak bermain di bawah kepelatihan Vilda sampai setidaknya ada perhatian khusus atas kondisi emosi dan kesehatan yang dikeluhkan para pemain.
Skuat Australia bahkan mengajukan kritik soal ketidaksetaraan bayaran terhadap pemain Piala Dunia Putri dan Piala Dunia Putra. Protes ini disampaikan Australia dua hari sebelum Piala Dunia Putri 2023 dibuka di mana mereka bertindak sebagai tuan rumah.
Sementara itu, tim-tim seperti Jamaika, Nigeria, dan Afrika Selatan mengalami kesulitan finansial di Piala Dunia Putri. Jamaika harus mencari sumber dana independen sementara pemain Nigeria dan Afrika Selatan tidak puas dengan kurangnya bayaran yang diberikan oleh asosiasi sepakbola nasional mereka.
Ironisnya, tim-tim tersebut justru tampil baik di Piala Dunia Putri tahun ini. Jamaika, Nigeria, dan Afrika Selatan lolos ke babak 16 besar di edisi Australia-Selandia Baru 2023.
“Ada banyak negara yang menghabiskan waktunya dengan perselisihan,” kata Putellas. “Menghabiskan energi ketika para pemain hanya ingin berfokus pada latihan, mengurusi diri mereka, bersiap dengan layak, dan meninggalkan semua yang sudah terjadi di lapangan.”
Selepas Piala Dunia Putri Australia-Selandia Baru, sepakbola putri akan kembali ke rutinitas musimannya. Piala Eropa Putri baru akan dilangsungkan pada 2025 di Swiss sementara Piala Dunia Putri 2027 belum diketahui tuan rumahnya.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK


