Akurat Logo

Dawa Sherpa Ceritakan Detik-Detik Bertahan Hidup Selama Hampir Sepekan di Everest Tanpa Oksigen: “Saya Pikir Akan Mati”

Fitra Iskandar | 6 Juni 2026, 18:52 WIB
Dawa Sherpa Ceritakan Detik-Detik Bertahan Hidup Selama Hampir Sepekan di Everest Tanpa Oksigen: “Saya Pikir Akan Mati”
Dawa Sherpa (kiri). Foto: Facebook/Everest Today

AKURAT.CO Dawa Sherpa, pemandu pendakian asal Nepal yang sempat diduga meninggal di Gunung Everest ditemukan hidup di dekat Base Camp. Ia pun mengungkap kisah perjuangannya bertahan hidup selama hampir sepekan tanpa oksigen di gunung tertinggi dunia tersebut.

“Saya pikir saya akan mati,” kata Dawa Sherpa kepada BBC dari ranjang rumah sakit di Kathmandu, tempat ia menjalani perawatan akibat dehidrasi, radang dingin (frostbite), dan patah kaki.

Keluarganya bahkan telah memulai ritual berkabung ketika kabar mengejutkan datang pada Kamis lalu. Dawa ditemukan dalam keadaan hidup enam hari setelah terakhir kali terlihat di Everest.

Menurut penuturannya, ia kehabisan oksigen setelah terpisah dari rombongan pendaki di ketinggian gunung. Terjebak dalam suhu di bawah nol derajat Celsius di dekat kawasan yang dikenal sebagai “zona kematian” atau death zone, Dawa semakin kesulitan untuk berjalan akibat rendahnya kadar oksigen di wilayah tersebut.

Bertahan Hidup dengan Mengunyah Es

Dawa mengaku tidak mengonsumsi makanan apa pun selama dua hari pertama setelah terpisah dari kelompoknya.

“Dua hari pertama saya tidak makan apa pun. Setelah itu saya mulai mengunyah es,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kemudian menemukan beberapa potong cokelat di dalam sakunya yang membantunya mempertahankan tenaga.

Dalam kondisi tubuh yang semakin lemah, Dawa berusaha turun dari gunung. Namun upayanya berubah menjadi mimpi buruk ketika ia terjatuh ke dalam celah es atau crevasse.

Ia terjebak di dalam celah tersebut selama sekitar dua setengah hari. Secara tidak terduga, longsoran salju yang terjadi kemudian justru membantunya keluar.

“Saya melangkah di atas salju, berdiri, lalu melihat ke atas. Saat itu saya merasa bisa keluar dari sana,” katanya.

Ditemukan Saat Merangkak Menuju Base Camp

Setelah hampir satu minggu bertahan hidup sendirian di Everest, Dawa akhirnya melihat keberadaan manusia di sekitar Base Camp.

Pada Kamis pagi, tim pembersih asal Nepal yang bertugas mengumpulkan sampah dan perlengkapan yang ditinggalkan para pendaki menemukan Dawa dalam kondisi merangkak. Meski mengalami kelelahan berat dan frostbite, ia masih hidup.

Ketua tim pencarian, Pemba Sherpa, menyebut keselamatan Dawa sebagai sebuah keajaiban.

“Sejauh yang saya ketahui, belum pernah ada orang yang mampu bertahan hidup sendirian pada ketinggian seperti itu di Everest,” ujarnya.

“Ini benar-benar keajaiban bahwa ia bisa bertahan selama enam hari.”

Sorotan terhadap Keselamatan Pemandu Pendakian

Hingga tahun ini, lebih dari 1.000 pendaki telah mencapai puncak Gunung Everest dan sedikitnya lima orang dilaporkan meninggal dunia di gunung tersebut.

Peristiwa yang dialami Dawa kembali memunculkan pertanyaan mengenai keselamatan para pemandu pendakian Nepal yang bekerja di Everest, terutama di tengah meningkatnya aktivitas komersial pendakian dalam beberapa tahun terakhir.

Gunung Everest, yang dikenal sebagai Sagarmatha di Nepal dan Qomolangma di Tibet, berada di Pegunungan Himalaya di perbatasan Nepal dan Tibet, China. Puncaknya mencapai ketinggian 8.849 meter di atas permukaan laut dan merupakan titik tertinggi di dunia.

Pada 2020, Nepal dan China menetapkan tinggi resmi Everest sebesar 8.848,86 meter berdasarkan hasil pengukuran bersama.

Gunung Everest pertama kali berhasil ditaklukkan pada 1953 oleh Tenzing Norgay dari Nepal dan Edmund Hillary dari Selandia Baru.

Sumber: Sweden Herald

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.