AKURAT.CO, Mantan Pelatih Kepala Tim Nasional Putri Spanyol, Jorge Vilda, mengatakan bahwa pemecatannya beberapa minggu saja setelah ia membawa timnya memenangi Piala Dunia Putri 2023 sangat tidak adil.
Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) memecat Jorge Vilda pada hari Selasa (05/09) atau kurang dari sebulan setelah ia membawa Timnas Putri Spanyol meraih gelar juara di Piala Dunia Putri FIFA 2023 di Sydney, Australia.
"Dalam ketentuan olahraga, saya akan menerima semua kritik, tapi secara pribadi saya pikir itu tidak adil (pemecatan dirinya)," kata Vilda kepada radio Cadena SER.
Baca Juga: RFEF Pecat Jorge Vilda, Luis Rubiales Keukeuh Tolak Mundur
"Saya berada dalam kondisi yang baik setelah dipecat, setelah menjadi juara dunia sepuluh hari lalu. Saya dipecat, (tapi) menurut saya secara tidak adil."
Kemenangan Spanyol menjadi Juara Dunia Putri ternoda oleh perilaku Presiden RFEF, Luis Rubiales, yang mencium kapten tim, Jenni Hermoso, pada saat upacara penyerahan medali. Hermoso mengatakan bahwa hal itu tidak dilakukan atas dasar suka sama suka.
Setelah kejadian tersebut, 81 pemain tim, termasuk 23 anggota skuat pemenang Piala Dunia Putri mengumumkan bahwa mereka tidak akan bermain untuk Timnas selama "pengurus saat ini" masih menjabat. Adapun sebelas staf pelatih sudah memutuskan mengundurkan diri.
"Itu adalah pertemuan singkat dengan Pedro Rocha (Presiden sementara RFEF) dan wakil presiden (bidang) kesetaraan. Penjelasan yang diberikan adalah, bahwa telah terjadi 'perubahan struktural' (di tubuh RFEF)," jelas Vilda.
Baca Juga: Berontak, 15 Pemain Timnas Putri Spanyol Minta Pelatih Jorge Vilda Dipecat
Vilda mendapat tekanan lantaran memuji Rubiales dalam pidatonya yang menolak mengundurkan diri. Rubuales juga mengatakan bahwa dia adalah korban "pembunuhan karakter" dan menyerang apa yang disebutnya "feminisme palsu".
Namun, keesokan harinya ketika Rubiales diskors oleh FIFA, Vilda mengeluarkan pernyataan yang menggambarkan perilaku mantan Presiden RFEF itu terhadap Hermoso sebagai tindakan :yang tidak dapat diterima" dan "tidak pantas".
Keputusan RFEF untuk memecat Vilda diumumkan sebagai langkah pertama dari serangkaian tindakan untuk "memperbarui" sepakbola putri yang dilakukan oleh Rocha. Sayangnya RFEF tidak memberikan alasan spesifik mengenai pemecatan Vilda.
"Saya tidak menganggap pemecatan saya sebagai hal yang pantas. Saya tidak akan pernah memuji apa pun yang bersifat seksis," jelas Vilda.
"Presiden menghargai pekerjaan (saya) dan mengumumkan pembaruan (kontrak), saya memuji hal itu. Ketika 150 orang di sekitar Anda bertepuk tangan, sangat sulit menjadi satu-satunya yang tidak bertepuk tangan."
Vilda mampu memenangi 75 dari 108 pertandingan sebagai pelatih kepala Timnas Putri Spanyol sekaligus membawa tim ke peringkat dua FIFA.
Kursi kosong yang ditinggalkan Vilda akan diisi oleh mantan asistennya, Montse Tome. Dia adalah wanita pertama yang memegang posisi tersebut di Timnas Putri Spanyol.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal









