Mohamed Salah: Saya Meminta Pemimpin Dunia Cegah Pembantaian Di Gaza, Kemanusiaan Harus Menang

AKURAT.CO, Penyerang Liverpool asal Mesir, Mohamed Salah, angkat bicara soal krisis yang terjadi di Gaza, Palestina, saat ini. Salah meminta para pemimpin dunia untuk segera mengambil tindakan demi menghentikan jatuhnya korban jiwa di kawasan tersebut.
“Saya meminta para pemimpin dunia untuk bersama-sama mencegah pembantaian berkelanjutan jiwa-jiwa tak bersalah,” kata Mohamed Salah sebagaimana dipetik dari BBC. “Kemanusiaan harus menang.”
Pernyataan ini disampaikan Mohamed Salah menyusul tewasnya ratusan orang akibat ledakan di Rumah Sakit Al Ahli yang berada di Gaza. Al Ahli adalah rumah sakit yang padat sejak Israel memborbadir Gaza dalam 12 hari terakhir.
Baca Juga: Tak Bisa Terbang, Timnas Palestina Batal Tampil Di Piala Merdeka Di Kuala Lumpur
“Terlalu banyak kekerasan, kesedihan, dan tindakan brutal,” kata Salah.
Salah menggambarkan bahwa serangan ke Rumah Sakit Al Ahli sebagai tindakan yang “mengerikan”. Penyerang Tim Nasional Mesir itu mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan ke Gaza harus diberi izin.
“Orang-orang di Gaza butuh makanan, air, dan persediaan makanan dalam keadaan mendesak,” ucap Salah. “Seluruh nyawa suci dan harus dilindungi. Pembantaian harus dihentikan. Keluarga-keluarga terpecah.”
Sejak serangan Israel ke Gaza sebagai respons atas roket yang dilepaskan Hamas ke kawasan mereka pada 7 Oktober lalu, sebanyak 3.000 orang Palestina dikabarkan telah tewas. Adapun serangan Hamas menewaskan sekitar 1.400 warga Israel.
Krisis di Gaza saat ini juga berdampak pada sepakbola. Timnas Palestina yang dijadwalkan akan menempuh pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada November mendatang terpaksa berkandang ke Aljazair.
Baca Juga: Jadi Kandang Timnas Palestina, Aljazair Bersedia Tanggung Seluruh Biaya
Federasi Sepakbola Aljazair bahkan mengatakan akan menanggung semua biaya selama skuat Palestina berada di negara mereka. Mereka juga menghentikan seluruh kompetisi sepakbola sebagai bentuk solidaritas kepada warga Palestina.
Adapun UEFA menunda sejumlah pertandingan usia muda yang digelar di Israel sepanjang pekan lalu. Laga Kualifikasi Piala Eropa 2024 antara Kosovo dan Israel akhir pekan lalu juga ditunda.
Di Inggris, perang Israel-Palestina menimbulkan dua kubu. Kubu pertama menganggap Federasi Sepakbola Inggris harus mengecam Hamas sementara kubu yang lain memilih netral dengan mengambil sikap pada posisi warga sipil tak bersalah.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









