Ini Alasan FIFA Tidak Keluarkan Israel Meski Serang Palestina, Masih Bisa Ikut Kualifikasi Piala Eropa 2024?

AKURAT.CO Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) tidak mengambil langkah tegas sejak Israel melakukan serangan brutal kepada Palestina, khususnya di wilayah Gaza.
Tercatat lebih dari 9000 orang tewas akibat serangan Israel yang telah berlangsung satu bulan sejak 7 Oktober 2023 lalu. Namun, FIFA tidak memberikan tanggapan atas bombardir Isral kepada negara tetangganya itu.
Padahal, ketika Rusia menginvasi Ukraina pada 2022, FIFA langsung memberikan hukuman kepada Federasi Sepak Bola Rusia.
Lantas apa alasannya?
Diketahui, puluhan anggota FIFA pernah menolak untuk menjatuhkan hukuman kepada Israel, salah satunya ketika negara tersebut terancam terkena sanksi FIFA pada 2015.
Pada saat itu Ketua Umum Federasi Sepak Bola Paletina, Jibril Rajoub, melakukan protes kepada FIFA karena diskriminasi yang dialami pesepak bolanya oleh tentara Israel.
Bahkan, banyak klub Palestina yang juga diatur oleh Israel. Oleh sebab itu, pada kongres FIFA di Zurich, Swiss pad 29 Mei 2015, Israel berada diambang batas untuk dikenakan sanksi.
Namun, Jibril Rajoub tiba-tiba mencabut laporan yang diberikannya dengan alasan bahwa sebagaian dari anggota FIFA tidak mau Israel terkena hukuman.
Baca Juga: Pembukaan Piala Dunia U-17 Dihadiri Jokowi Dan Presiden FIFA, Pengamanan Ekstra Ketat dengan 3.393 Personel
Alhasil, Israel terbebas dari hukuman dan sanksi.
"Saya memutuskan membatalkan penangguhan, namun bukan berarti saya menyerah. Puluhan presiden federasi dari Afrika, Amerika Selatan, Amerika Utara, dan Eropa mengatakan kepada saya bahwa mereka tak ingin ada penangguhan federasi," kata Jibril Rajoub.
Melihat hal tersebut, apakah itu juga menjadi alasan FIFA tidak memberikan sanksi dan hukuman kepada Israel atas serangannya ke Gaza, Palestina.
Jika FIFA memberikan hukuman kepada Israel,maka Timnas negara tersebut otomatis gagas melanjutkan aksi di Kualifikasi Piala Eropa 2024 hingga tidak bisa ambil bagian di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








