Cristiano Ronaldo Dikecam karena Jumpa Donald Trump di Gedung Putih, Diingatkan Isu Gaza

AKURAT.CO, Kunjungan megabintang sepakbola dunia, Cristiano Ronaldo, ke Gedung Putih untuk memenuhi undangan makan malam Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memicu perdebatan soal posisi politiknya.
Jauh hari publik sudah mengenal Cristiano Ronaldo sebagai pejuang kemanusiaan dan Palestina adalah salah satu sorotan utamanya. Namun, pertemuan di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (19/11), itu membuat publik mulai meragukan posisi tersebut.
Kolumnis The Guardian, Barney Ronay, misalnya, menyebut bahwa kehadiran Cristiano Ronaldo ke Gedung Putih menunjukkan kekosongan moral. Ini tak lepas dari kontroversi Donald Trump di negaranya sendiri dan posisi Amerika dalam isu Gaza.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Berpotensi Absen di Laga Pertama Piala Dunia 2026 karena Kartu Merah di Dublin
“Bagi Ronaldo, ini menunjukkan titik nadir yang meyakinkan, mengonfirmasi kekosongan moral dari keseluruhan kepribadiannya yang murahan,” tulis Barney Ronay.
“Tetapi, Ronaldo juga adalah seorang individu pribadi yang bisa datang dan pergi sesuka hatinya. Sepakbola, FIFA, dan Piala Dunia, ini semua adalah milik kita dan mereka tidak seharusnya ada di ruangan ini (bersama Donald Trump).”
Jurnalis perempuan Spanyol berdarah Maroko, Leyla Hamed, menuding kunjungan ke Gedung Putih merupakan isyarat bahwa Ronaldo kini bersekutu dengan orang yang bertanggungjawab atas pembunuhan ribuan orang di Gaza.
Untuk mempertegas kecamannya, jurnalis yang bekerja untuk ESPN, Marca, dan The Athletic itu memuat foto seorang bocah Palestina yang terluka akibat serangan Israel yang mengenakan kostum Al Nassr nomor 7 bertuliskan nama Ronaldo.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Minta Publik Portugal Berpijak Pada Realita Soal Impian Piala Dunia, Step By Step
“Cristiano Ronaldo secara terbuka mengaliansikan dirinya dengan orang yang sama yang bertanggungjawab atas pembunuhan ribuan orang-orang yang mengidolakan dia,” tulis Leyla Hamed.
“Dunia ini benar-benar sial.”
Pun demikian, ada juga yang berpendapat bahwa pertemuan Ronaldo dengan Donald Trump bukan berarti pesepakbola asal Portugal berusia 40 tahun itu telah mengubah posisi politiknya.
Sebulan sebelumnya dalam wawancara dengan salah satu broadcaster terkemuka Inggris, Piers Morgan, CR7 bahkan mengatakan bahwa ia ingin bertemu dengan Trump untuk mendorong perdamaian di Gaza.
Selain Ronaldo, hadir pula dalam pertemuan tersebut Presiden FIFA, Gianni Infantino. Ini sejalan dengan Piala Dunia 2026 di mana AS bersama Meksiko dan Kanada menjadi tuan rumah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








