Pada laga perdana Piala Dunia U17, pasukan Leonardo Lopez itu harus menyerah 0-10 dari Inggris U-17. Menyusul kemudian Kaledonia Baru kalah dari Brasil U-17 dengan skor 0-9 di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (14/11).
Tim berjuluk Les Cagous itu masih memiliki satu laga terakhir di Grup C Piala Dunia U-17 dengan menghadapi Iran U-17. Namun, laga tersebut tidak lagi menentukan bagi langkah Kaledonia Baru ke babak 16 besar.
Meski kalah dan kecewa karena belum bisa mencetak gol sama sekali di Piala Dunia U-17, Kaledonia Baru tetap merasa bangga bisa berlaga di Indonesia dan bertemu tim-tim elite di Piala Dunia U-17.
Seperti yang diungkapkan gelandang Jythrim Upa. Meski mereka sudah mencoba mengimbangi lawan, tetapi hasilnya memang mengecewakan.
"Kami sudah melakukan persiapan dalam waktu yang lama di Timnas (Kaledonia Baru). Namun kami memetik hasil mengecewakan. Meski demikian, kami tetap tampil dengan rasa bangga," kata Upa.
Sedangkan Leonardo Lopez selaku pelatih sejatinya selalu mengingatkan para pemainnya untuk terus berjuang dan tidak mudah menyerah. Lopez tak berhenti menginstruksikan untuk fokus bertahan dan terus mengejar bola.
"Tetapi dengan kami bisa kembali menembus Piala Dunia, itu sudah membuat kami bangga. Ini penampilan kedua kami sejak debut tahun 2017," ujarnya.
"Kehadiran kami di sini memiliki dampak positif untuk perkembangan sepak bola Kaledonia Baru. Kami akan mengejar hasil lebih baik lagi di turnamen lainnya."
Dengan dua kekalahan dari dua laga yang telah dijalani, Kaledonia Baru dipastikan akan menempati juru kunci klasemen sementara grup C. Sedangkan Brasil menempati posisi runner-up grup di atas Iran lantaran unggul selisih gol.[]