Keren! Selandia Baru Hasilkan Rp1,8 Triliun dari Piala Dunia Wanita

AKURAT.CO Selandia Baru menerima manfaat ekonomi bersih sebesar USD67,87 juta sekitar Rp1,06 triliun saat menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia Wanita dengan Australia pada awal tahun ini.
Laporan mengatakan bahwa 27.000 orang mengunjungi Selandia Baru selama turnamen, mulai 20 Juni hingga 20 Juli dan menghabiskan lebih dari NZ$80 juta untuk akomodasi, makanan, transportasi, dan belanja.
Lebih dikenal dengan antusiasme mereka terhadap rugby, namun warga Selandia Baru juga menyambut baik turnamen Piala Dunia Wanita dengan lebih dari 740.000 tiket yang diterbitkan untuk 29 pertandingan di Auckland, Wellington, Hamilton dan Dunedin.
Meskipun penjualan tiket untuk beberapa pertandingan lesu yang membuat FIFA membagikan ribuan tiket, rekor penonton untuk pertandingan sepak bola di negara ini telah dilampaui tiga kali di Eden Park, Auckland.
Baca Juga: FIFA Puji Akses Wanita ke Stadion di Iran sebagai Tanda Kemajuan
Secara keseluruhan, negara ini menerima NZ$1,34 dari setiap dolar yang diinvestasikan dalam turnamen ini dan total keuntungan ekonomi lebih dari dua kali lipat dari apa yang diharapkan pemerintah.
"Ini adalah acara olahraga wanita terbesar dan tersukses yang pernah ada, melebihi ekspektasi di dalam dan di luar lapangan," kata Kylie Hawker-Green, Manajer Acara Utama di Kementerian Bisnis, Inovasi, dan Ketenagakerjaan, dikutip Jumat (15/12/2023).
"Acara ini berhasil merebut hati bangsa, mengangkat sepak bola wanita dan olahraga secara umum, serta mengukuhkan reputasi global Selandia Baru sebagai tuan rumah acara besar yang luar biasa," tambahnya.
Turnamen ini menghasilkan lebih dari USD570 juta untuk FIFA, memungkinkan badan pengatur global itu untuk mencapai titik impas meskipun ada kenaikan besar dalam hal hadiah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 3Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








