Akibat Larangan Puasa Ramadan, Pemain Timnas Prancis U-19 Ini Pilih Cabut dari Skuat

AKURAT.CO Gelandang Mahamadou Diawara memilih untuk meninggalkan skuat Timnas Prancis U-19. Hal ini dikarenakan French Football Federation (FFF) menerapkan aturan baru yang melarang pemain muslim berpuasa selama Ramadan saat berlatih bersama tim nasional.
Dikutip dari ESPN, Jumat (22/3/2024), Diawara merasa tidak nyaman dengan aturan baru berupa larangan puasa yang diterapkan mulai dari level U16 hingga tim senior, dan memutuskan hengkang dan pulang ke klubnya di Lyon.
Baca Juga: Ini Deretan Minuman yang Cocok Jadi Menu Buka Puasa, Dijamin Langsung Bikin Segar
FFF telah mengonfirmasi hengkangnya Diawara dari klubnya dan memanggil Dehmaine Tabibou Assoumani dari Nantes sebagai penggantinya.
Presiden FFF Philippe Diallo mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis Le Figaro pada hari Rabu bahwa dia telah menerapkan peraturan baru mengenai pemain yang puasa Ramadhan saat bertugas di Prancis.
Dengan alasan "prinsip netralitas" yang tertuang dalam undang-undang pendirian organisasi dan bahwa langkah-langkah tersebut "memastikan bahwa agama tidak mengganggu seorang atlet."
Peraturan FFF yang baru menyatakan bahwa pemain yang dipanggil oleh tim nasional Prancis tidak boleh puasa selama waktu Ramadan. Sehingga para pemain diminta untuk patuh pada ritme organisasi dan operasional tim yang biasa.
Pemain yang menjalankan Ramadan, yang dimulai antara 10-11 Maret dan diperkirakan berakhir sekitar 10 April, tidak akan bisa berpuasa saat berada di markas pelatihan Clairefontaine di negara tersebut.
Maka dari itu, mereka diminta untuk mengganti hari puasa yang mereka lewatkan di akhir bulan.
Baca Juga: Kembali Kalah Adu Penalti, Pelatih Timnas Prancis U17 Akui Gagal Manfaatkan Keunggulan Pemain
Setiap pelatih kepala tim nasional Prancis, mulai dari bos U16 Lionel Rouxel hingga pelatih kepala senior Didier Deschamps, memberi tahu pemainnya di awal jeda internasional.
“Beberapa pemain tidak senang dengan keputusan ini,” kata seorang agen yang mewakili sejumlah pemain di sejumlah tim muda dan senior Prancis kepada ESPN.
“Mereka percaya bahwa agama mereka tidak dihormati dan mereka juga tidak dihormati. Beberapa tidak ingin membuat keributan tapi Mahamadou tidak senang dengan hal itu sehingga dia pergi,” tambahnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








