Buntut Serangan Suporter, Fenerbahce Lakukan Pemungutan Suara untuk Memilih Mundur atau Bertahan di Liga

AKURAT.CO, Anggota Fenerbahce akan melakukan pemungutan suara untuk mempertimbangkan apakah klub tersebut mundur dari Liga Super Turki 2023-2024. Pemungutan suara dijadwalkan pada Selasa (2/4).
Sebagaimana dikabarkan BBC, pemungutan suara ini menyusul insiden serangan suporter Trabzonspor terhadap pemain Fenerbahce di pengujung laga ke-30 Liga Super Turki, 18 Maret silam.
Peristiwa pada laga di kandang Trabzonspor di Stadion Papara Park, Trabzon, Turki, tersebut melibatkan perkelahian antara suporter dan beberapa pemain Fenerbahce.
Baca Juga: Gara-Gara Yel-Yel Putin, Fenerbahce Dihukum UEFA
Insiden ini bermula lewat gol eks penyerang Chelsea, Michy Batshuayi, mencetak gol yang membuat Fenerbahce unggul 3-2 di menit ke-87. Seketika setelah itu suporter melemparkan benda-benda ke dalam lapangan.
Salah satu pemain Fenerbahce asal Nigeria, Bright Osayi-Samuel, bahkan memukul salah seorang suporter yang masuk ke lapangan. Adapun Batshuayi menendang salah satunya.
Federasi Sepakbola Turki melaporkan tiga pemain Fenerbahce dan dua ofisial klub tersebut ke Dewan Disiplin Sepakbola Profesional Turki atas keterlibatan dalam perkelahian di Papara Park.
Federasi Sepakbola Turki mengatakan bahwa peristiwa tersebut tak bisa diterima dan sehari kemudian menteri dalam negeri negara tersebut menyebut bahwa 12 pendukung telah ditangkap.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa peristiwa di kandang Trabzonspor tersebut tak bisa diterima. Infantino mengatakan bahwa keselamatan keseluruhan pemain harus dijamin dan pertandingan haruslah menjadi wahana yang menyenangkan.
Baca Juga: Buntut Pemukulan Wasit di Liga Super Turki, Pengadilan Tangkap Presiden Ankaragucu
“Saya meminta otoritas yang relevan untuk memastikan bahwa (jaminan keselamatan pemain) harus dihormati di seluruh level dan bagi pelaku peristiwa mengejutkan di Trabzon ini harus dimintai pertanggungjawaban atas tindakan mereka,” kata Infantino.
Liga Super Turki tampaknya berada dalam krisis praktik kekerasan di lapangan. Pada Desember lalu, misalnya, wasit yang memimpin pertandingan dipukul hingga rebah ke lapangan oleh bos salah satu klub yang bertanding.
Adalah Halil Umut Heler wasit yang menjadi korban insiden tersebut selepas pertandingan antara tuan rumah, Ankaragucu, menghadapi Rizespor di Stadion Eryaman, Ankara, Turki.
Peristiwa tersebut bahkan memicu reaksi Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, dan presiden Ankaragucu akhirnya mundur dari posisinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








