Akurat
Pemprov Sumsel

Hasil Pertandingan Indonesia Vs Guinea Penuh Drama, Gagal Lolos Olimpiade hingga Shin Tae-yong Dapat Kartu Merah

Iim Halimatus Sadiyah | 10 Mei 2024, 09:23 WIB
Hasil Pertandingan Indonesia Vs Guinea Penuh Drama, Gagal Lolos Olimpiade hingga Shin Tae-yong Dapat Kartu Merah

AKURAT.CO Hasil pertandingan Indonesia vs Guinea bukanlah akhir yang bagus, Timnas Indonesia U-23 harus mengakui kekalahannya dan tidak bisa lolos ke Olimpiade Paris 2024.

Pertandingan Indonesia vs Guinea berlangsung penuh drama, karena Garuda Muda mendapat hukuman dua penalti hingga pelatih Shin Tae-yong diberi kartu merah oleh wasit.

Sebenarnya pertandingan Indonesia vs Guinea ini sangat berlangsung sengit. Timnas Indonesia U-23 bisa mengimbangi permainan dengan Guinea U-23, namun mereka tidak bisa mendapatkan peluang untuk mencetak gol.

Ditambah dengan momen Shin Tae-yong yang tidak bisa mendampingi Timnas Indonesia U-23 karena dia diberi kartu merah di tengah laga. 

Baca Juga: Pasca Kegagalan Timnas Indonesia U-23, Erick Thohir Berani Targetkan Olimpiade 2028

Satu-satunya gol yang tercipta di pertandingan Indonesia vs Guinea, yaitu dari Ilaix Moriba yang mencetak gol dari titik penalti.

Mengutip berbagai sumber, Jumat (10/5/2024), berikut ini jalannya pertandingan Indonesia vs Guinea yang berlangsung sengit, namun penuh drama.

Pertandingan Indonesia Vs Guinea

Pertandingan sepuluh menit awal, Guinea lebih menguasai bola dan sabar mencoba melewati pertahanan Indonesia. 

Sesekali, Garuda Muda juga berusaha melakukan serangan balik. Garuda Muda juga sempat melakukan tendangan bebas yang menciptakan situasi berbahaya di pertahanan Guinea, tetapi sayangnya tidak berhasil mencetak gol.

Baca Juga: Deretan Kontroversi Keputusan Wasit Francois Letexier di Laga Timnas Indonesia vs Guinea, Salah Satunya Jadi Penyebab Kekalahan Skuad Garuda Muda!

Dengan posisi bebas di sisi kanan pertahanan Guinea, Pratama Arhan mengecoh lawan untuk menembak dengan kaki kanan. 

Namun sayangnya, tendangan itu bukanlah kekuatan utama Pratama Arhan, karena upayanya dapat dengan mudah dipecahkan oleh kiper Guinea.

Pertandingan sempat terhenti karena Witan Sulaeman membutuhkan perawatan medis setelah kepalanya terbentur oleh lawan. 

Kondisi kepalanya yang dibalut perban sempat dijadikan lelucon karena terlihat lucu, namun untungnya dia masih bisa kembali bermain.

Kemudia Pratama Arhan sempat melakukan lemparan yang membuat situasi berbahaya, tetapi Guinea bisa mengatasi dan melakukan serangan balik.

Witan Sulaeman melakukan pelanggaran di area yang dilarang, sehingga mengakibatkan hukuman penalti. Akhirnya di menit ke-29, Ilaix Moriba dari Guinea mendapatkan gol pertamanya dari titik penalti.

Pertandingan berjalan kembali hingga Komang Teguh melakukan pelanggaran karena Nathan Tjoe-A-On salah umpan. 

Ousmane Camara melakukan upaya dari tendangan bebas, tetapi untungnya melenceng tipis dari gawang Ernando Ari.

Di sisa babak pertama, Timnas Indonesia sudah berada di bawah tekanan Guinea karena skor yang tertinggal.

Baca Juga: Penalti Eks Pemain Barcelona Kubur Impian Timnas Indonesia U-23 Tampil di Olimpiade Paris

Pertandingan antara Indonesia dan Guinea berlanjut ke babak kedua, Guinea mengganti pemain dengan Alseny Soumah untuk menggantikan Facinet Conte.

Sayangnya, Komang Teguh sudah harus meninggalkan pertandingan karena cedera. Sebagai pengganti, Alfeandra Dewangga masuk. 

Di babak kedua, tempo permainan Timnas Indonesia menurun. Sementara Guinea memiliki kesempatan yang sangat baik untuk menggandakan keunggulannya. 

Untungnya masih ada Nathan Tjoe-A-On di garis gawang, yang menggagalkan upaya Alseny Soumah.

Baca Juga: 38 DPW PAN se-Indonesia Deklarasi Minta Zulhas Lanjut Jadi Ketum Sampai 2030

Garuda Muda terus berusaha, namun permainan mereka tidak berkembang. Justru penalti kembali diberikan oleh wasit. 

Namun eksekusi dari Guinea mengenai tiang gawang, Algassime Bah gagal melakukan tugasnya. 

Di tengah pertandingan, Shin Tae-yong sempat diusir oleh wasit karena dianggap menunjukkan unjuk rasa yang berlebihan, sehingga dia diberi kartu merah.

Timnas Indonesia harus menerima tidak didampingi oleh pelatih mereka, Shin Tae-yong, dan mereka semakin kesulitan membuat peluang baru.

Meskipun wasit memberikan waktu tambahan delapan menit. Hokky Caraka ditunjuk sebagai pengganti Rafael Struick oleh Indonesia, ternyata masih sulit untuk menembus pertahanan Guinea.

Akhirnya pertandingan selesai dan mereka harus mengubur mimpi mereka untuk berpartisipasi di Olimpiade Paris.

Itulah hasil akhir pertandingan Indonesia vs Guinea dengan skor 0-1, namun Timnas Indonesia U-23 harus tetap semangat untuk pertandingan-pertandingan lainnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.