AKURAT.CO, Pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri, berbicara soal kemungkinan membawa Marselino Ferdinan ke Turnamen Toulon 2024 di Prancis yang bakal berlangsung pada 3-16 Juni 2024.
Kemungkinan besar, Indra Sjafri tidak akan membawa Marselino Ferdinan dalam perhelatan tersebut.
Sejatinya umur Marselino baru 19 tahun. Sebab pemain KMSK Deinze itu lahir pada 9 September 2004 dan masih cukup syarat masuk ke Timnas Indonesia U-20 besutan Indra Sjafri.
Baca Juga: Sebelum Tampil di Turnamen Toulon, Timnas Indonesia U-20 Bakal Latihan di Como 1907
“Marselino Ferdinan tidak bisa,” ucap Indra Sjafri saat ditemui di kawasan Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5).
Indra Sjafri lebih memprioritaskan pemain yang lebih muda, yakni kelahiran 2005-2007. Hal ini bertujuan memberikan jam terbang kepada para pemain tersebut.
“Turnamen ini untuk kelahiran 2001 sampai 2005. Untuk 2006 dan 2007 sebenarnya tidak boleh,” jelas Indra Sjafri.
Baca Juga: PSSI Pastikan Ikut Turnamen Toulon, Kirim Timnas Indonesia U-20 Besutan Indra Sjafri
Indra mengatakan bahwa sebenarnya panitia Turnamen Toulon tidak mematok batas usia minimal pemain untuk berpartisipasi. Meski mayoritas tim peserta membawa Tim U-20, tetapi mereka juga diperbolehkan tampil dengan para pemain di bawah usia tersebut.
"Ini enggak masuk di regulasi mereka, tapi kalau ada permintaan khusus itu bisa," ujar Indra Sjafri.
Pelatih asal Sumatera Barat ini mengambil contoh ketika Timnas Indonesia tampil di Turnamen Toulon tahun 2017.
“Sama seperti Turnamen Toulon 2017 sewaktu satu grup dengan Brasil dan pada 2022 ketika dengan Bima Sakti. Kami sepakat dengan PSSI, turnamen ini untuk uji coba Timnas Indonesia U-20," ungkap Indra Sjafri.
"Berarti kelahiran 2005-2007. Sebenarnya kelahiran 2006-2007 tidak masuk dalam regulasi mereka, tetapi kalau ada permintaan khusus, itu bisa," jelas Indra Sjafri.
Pada Piala Toulon 2024, Timnas Indonesia U-20 tergabung di grup B bersama Ukraina, Italia, Jepang, dan Panama.
Sebelum tampil di turnamen tersebut, Indra Sjafri akan memboyong tim asuhannya ke Como, Italia, untuk berlatih.