Sebut Ruang Ganti Barcelona Paling Rumit, Ini Pesan Pep Guardiola untuk Hansi Flick

AKURAT.CO, Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, akhirnya bicara soal pemecatan Xavi Hernandez dan perekrutan Hansi Flick untuk posisi Pelatih Barcelona. Guardiola meminta Barcelona memberikan waktu untuk Flick.
"Hansi Flick punya pengalaman di Bayern (Muenchen), yang merupakan sebuah tim yang brutal," kata Pep Guardiola saat berbicara di sela turnamen golf Legends Trophy di Emporda, Spanyol, Senin (10/6), sebagaimana dipetik dari El Mundo Deportivo.
"Ketika Anda datang (ke klub) baru Anda membutuhkan dukungan total dan (berjalan) sedikit demi sedikit. Harus diingat bahwa liga belum dimenangi pada September atau Oktober."
Baca Juga: Resmi Latih Barcelona, Mampukah Hansi Flick Beradaptasi dengan Gaya Bermain Blaugrana?
Barcelona merekrut Hansi Flick pada Mei silam menggantikan Xavi yang sempat terlibat konflik dengan manajemen klub. Pemecatan Xavi menunjukkan bahwa posisi kepelatihan Barcelona adalah tempat yang sulit untuk diduduki.
"Bench Barca adalah salah satu yang paling rumit. Semuanya diketahui (pihak luar), hal-hal tidak bertahan di dalam (tim) saja," kata Guardiola. " Anda harus selalu menang."
Guardiola juga menolak bahwa pemecatan Xavi tak terlepas dari perbandingan terhadap Barcelona semasa ia masih melatih di klub tersebut.
Sebagaimana diketahui, Barcelona dalam periode kepelatihan Guardiola pada (2008-2012) disebut mencapai puncak kejayaannya sepanjang sejarah. Pada masa itu Barcelona dihuni oleh pemain sekelas Lionel Messi, Andres Iniesta, dan Xavi sendiri.
Baca Juga: Pertandingan Kontra Sevilla Jadi Laga Perpisahan Xavi Sebagai Pelatih Barcelona
"Apapun yang terjadi dengan Xavi bukan kesalahan saya " kata Guardiola. "Saya tidak menciptakan perbandingan."
Hansi Flick didatangkan Barcelona setelah Xavi Hernandez menyelesaikan musim lalu tanpa gelar. Adapun Xavi mempersembahkan gelar La Liga Spanyol 2022-2023 sebagai peninggalan terbaiknya untuk Blaugrana.
Selain harus selalu menang, tantangan bagi Flick di Barcelona nanti adalah beradaptasi dengan filosofi dan gaya bermain klub tersebut. Flick sendiri optimistis karena ia merasa gaya Barcelona sejalan dengan kepelatihannya yang cenderung menyerang dan menguasai bola.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 7Kalender Jawa 4 Juni 2026: Weton Kamis Pahing Punya Karakter Cerdas dan Penuh Perhitungan
- 8Kalender Jawa 3 Juni 2026: Watak Weton Rabu Legi, Sosok Jujur yang Disukai Banyak Orang
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal







