Kualifikasi Piala Dunia 2026: Ternyata Ini Alasan China Pilih Stadion Qingdao untuk Lawan Timnas Indonesia

AKURAT.CO Asosiasi Sepak Bola China (CFA) resmi mengumumkan bahwa mereka akan menggunakan Stadion Qingdao sebagai kandang saat menjamu Timnas Indonesia dalam babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Oktober nanti.
Ini akan menjadi laga kandang kedua bagi China di babak ketiga kualifikasi, setelah sebelumnya menghadapi Arab Saudi di Stadion Dalian.
Lantas apa alasan China memilih Stadion Qingdao?
Baca Juga: Balas Dendam Israel, Komandan Senior Hizbullah Tewas dalam Serangan Udara di Beirut
Alasan Pemilihan Stadion Qingdao
CFA menjelaskan bahwa pemilihan stadion didasarkan pada pertimbangan iklim.
Untuk laga melawan Arab Saudi, Stadion Dalian dipilih karena lokasinya yang memiliki penerbangan langsung ke Jepang, memudahkan adaptasi setelah bertandang ke sana.
Sementara itu, Stadion Qingdao dipilih untuk laga melawan Indonesia karena suhunya yang dinilai mirip dengan Adelaide, Australia, yang akan menjadi tempat laga sebelumnya.
"Mengingat kondisi iklim, suhu di Adelaide pada bulan Oktober tergolong sedang, dan timnas merekomendasikan memilih kota dengan kondisi iklim yang relatif sama," tulis CFA, dikutip Rabu (31/7/2024).
Selain pertimbangan iklim, CFA juga memilih Stadion Qingdao karena kapasitasnya yang besar, mampu menampung hingga 50 ribu penonton.
Hal ini diharapkan dapat memberikan dukungan maksimal dari penggemar saat China melawan Indonesia.
Baca Juga: Disingkirkan Juara Bertahan di Olimpiade Paris, Maryam March Maharani: Saya Masih Kurang Pengalaman
"Untuk memenuhi kebutuhan penonton dalam menonton pertandingan secara maksimal dan menciptakan suasana rumah yang hangat, kami akan memprioritaskan stadion dengan jumlah penonton yang banyak saat menentukan stadion kandang Kualifikasi Piala Dunia," tambah CFA.
Baca Juga: KPK Cegah 21 Orang Bepergian ke Luar Negeri dalam Kasus Suap Dana Hibah APBD Jatim
Tantangan untuk Indonesia
Pemilihan Stadion Qingdao dinilai kurang menguntungkan bagi Indonesia.
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyebutkan bahwa Qingdao berjarak enam sampai tujuh jam dari Beijing.
Baca Juga: Kunjungan Delegasi Parlemen Golkar ke Tiongkok Diharapkan Berdampak Positif untuk Indonesia
Timnas Indonesia harus menempuh perjalanan jauh setelah melawan Bahrain pada 10 Oktober 2024.
"Kita harus melalui perjalanan berat karena mesti terbang ke Bahrain, itu hampir 17 jam, lalu ke China dan tiba-tiba tim ditaruh di kota yang letaknya 6,5 jam dari Beijing," kata Erick.
Strategi Balasan dari Indonesia
Erick Thohir, dalam pernyataannya, menegaskan bahwa situasi ini membuat Timnas Indonesia akan menghadapi tantangan berat.
Baca Juga: Timnas Indonesia U-19 Raih Juara, Netizen Justru Takut Kehilangan Erick Thohir
Ia menyebut bahwa timnas harus melewati perjalanan panjang dan kondisi cuaca yang dingin di Qingdao pada bulan Oktober.
Erick juga menyindir bahwa Indonesia mungkin akan mengambil langkah serupa untuk mempersulit tim tamu yang akan bertanding di Indonesia.
"Kalau kita dikerjai di luar negeri, ya kita ganti kerjai di sini," ujarnya dengan nada bercanda.
Dengan segala persiapan dan tantangan ini, laga antara China dan Indonesia di Stadion Qingdao pada 15 Oktober nanti akan menjadi salah satu pertandingan yang dinanti-nantikan dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









