Akurat
Pemprov Sumsel

Setelah Hadirkan Turnamen, Bakti Olahraga Djarum Foundation Rancang Pembinaan Pesepakbola Putri Usia Dini

Leo Farhan | 28 September 2024, 19:19 WIB
Setelah Hadirkan Turnamen, Bakti Olahraga Djarum Foundation Rancang Pembinaan Pesepakbola Putri Usia Dini

AKURAT.CO - Kehadiran ajang MilkLife Soccer Challenge di Kudus dan kota-kota penyelenggaraan lainnya diharapkan bisa menjadi tolok ukur pertumbuhan ekosistem sepakbola putri level usia dini.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, mengapresiasi konsistensi para peserta serta dukungan sekolah dan orangtua yang telah ambil bagian dalam turnamen yang di gelar sepanjang tahun ini.

"Kami memancang harapan tinggi bahwa Kudus dan kota-kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge lainnya bisa menjadi lokomotif yang menggerakkan ekosistem sepakbola putri agar berputar kembali," kata Yoppy, Sabtu (28/9).

"Kami optimistis harapan itu bisa terwujud di masa mendatang, melihat dari tingginya antusiasme para peserta dan dukungan orang tua serta sekolah terhadap cabang olahraga ini."

Meningkatnya antusiasme dari para peserta membuat penyelenggara menerapkan sistem turnamen 64 tim. Bertujuan meningkatkan kualitas para peserta yang bertanding di ajang MilkLife Soccer Challenge.

Dengan sistem ini, setiap kelompok usia akan berisikan 64 tim terbaik yang berasal dari 32 tim yang sudah pernah ikut serta dalam gelaran MilkLife Soccer Challenge seri sebelumnya, dan 32 tim yang lolos babak kualifikasi.

"Dengan mengadopsi sistem seperti ini, kami bisa menerima sebanyak mungkin tim yang ingin berpartisipasi di turnamen ini, tanpa ada batasan ataupun kuota peserta," jelas Yoppy.

Selain menghadirkan turnamen sepakbola putri usia dini lewat ajang MilkLife Soccer Challenge, roda ekosistem sepakbola putri terus digalakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife dengan menghadirkan pembinaan bagi para atlet muda.

Salah satunya dengan melakukan talent scouting guna menjaring bibit-bibit unggul yang memiliki kemampuan dan bakat mumpuni di lapangan hijau.

Melalui talent scouting akan dipilih para peserta untuk dibina lebih lanjut melalui program MilkLife Soccer Extra Training di bawah arahan Pelatih Kepala MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, yang memegang lisensi kepelatihan UEFA A.

Timo mengatakan, para peserta MilkLife Soccer Extra Training akan mendapatkan pelatihan khusus dengan target peningkatan kemampuan dasar bermain sepakbola.

Setelah mengikuti pelatihan tersebut, akan dibentuk tim yang mewakili kota-kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge yang tersebar di Kudus, Jakarta, Tangerang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Solo dan Surabaya.

Nantinya mereka akan berlaga dalam MilkLife Soccer Challenge All-Stars KU12 yang rencananya berlangsung di Kudus, Jawa Tengah pada awal tahun 2025.

"Di setiap kota penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge, kami menjaring 21 pemain terbaik, yang akan kami beri pelatihan khusus kemudian akan disaring kembali menjadi 14 orang," kata Timo.

"Merekalah yang akan berlaga di MilkLife Soccer Challenge All-Stars KU 12 yang akan diselenggarakan di Kudus, awal tahun 2025. Dari kejuaraan ini, kita bisa melihat sejauh mana pengembangan bakat dan kualitas para peserta."

Sementara itu, pada gelaran MilkLife Soccer Challenge - Kudus Series 3 2024 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Rendeng Kudus pada Sabtu (28/9), SDUT Bumi Kartini Jepara keluar sebagai juara KU 12, dan SDN Jambean 02 Pati keluar sebagai juara KU 10.

SDUT Bumi Kartini Jepara mempertahankan gelar juara usai mengkandaskan SDIT Al Islam Kudus dengan skor 4-1. Sementara SDN Jambean 02 Pati meraih kemenangan usai mengalahkan SD Muhammadiyah Birrul Walidain A dengan skor 3-1.

Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge - Kudus Series 3 2024 menunjukkan ekosistem sepakbola putri usia dini mulai berputar di tengah masyarakat.

Hal ini dapat dilihat dari tingginya tingkat partisipasi peserta yang mencapai 1.886 siswi dari dari 116 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) yang berasal dari Kota Kudus dan kota-kota di sekitarnya seperti Rembang, Pati, Jepara dan Demak.

Jumlah ini meningkat pesat dibandingkan penyelenggaraan seri sebelumnya yang diikuti oleh 1.050 peserta dari 62 MI dan SD pada Juni lalu. Kala itu, ada 37 tim KU 10 dan 57 tim KU 12 yang berburu gelar juara.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

L
Reporter
Leo Farhan
H