AKURAT.CO, Pelatih Persija Jakarta, Carlos Pena, mengaku tidak senang dengan hasil imbang yang diraih timnya saat menjamu PSM Makassar di pekan ketujuh Liga 1 Indonesia 2024-2025.
“Pemain menunjukkan semangatnya hingga laga berakhir imbang. Tentu kami tidak senang karena kami ingin menang setiap pertandingan," ucap Carlos Pena melalui keterangan resminya, Minggu (29/9).
"Tapi tentu saat ini saya tidak menyalahkan pemain. Saya bangga dengan semangat mereka.”
Baca Juga: PSM Makassar Akan Sangat Berat Hadapi Persija Jakarta Besok
Persija Jakarta hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menghadapi PSM Makassar dalam laga yang berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Minggu (29/9).
Bahkan tim Macan Kemayoran sempat tertinggal lebih dulu saat pertandingan baru memasuki menit kedelapan lewat aksi Jonson Dethan.
Persija Jakarta berhasil memaksa laga berakhir imbang usai Maciej Gajos mencetak gol di menit ke-79.
Carlos Pena menyoroti laga yang banyak berhenti. Pena menilai Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, terlalu sering mengeluhkan keputusan wasit.
Menurutnya tidak bagus bagi seorang pelatih yang sering mengeluhkan keputusan wasit sejak menit pertama.
Baca Juga: Witan Sulaeman Tegaskan Persija Jakarta Fokus Rebut Kemenangan dari PSM Makassar
“Bernardo selalu mengeluhkan keputusan wasit. Dia juga melakukan protes dalam setiap aksi-aksi yang terjadi di lapangan dalam pertandingan ini,” kata Carlos Pena.
“Bagi saya, hal semacam ini tidak bagus untuk pertunjukan sepakbola. Pelatih yang selalu melakukan complain dari menit pertama, dan timnya selalu berusaha membuang waktu."
Pelatih asal Spanyol ini mengatakan bahwa setiap pelatih harus fokus dengan permainan tim. Sehingga bisa menciptakan permainan yang enak disaksikan di atas lapangan.
“Jika kita ingin menyajikan pertandingan yang menarik bagi para fans, maka kita harus bermain sepakbola. Bermain sepakbola artinya fokus terhadap jalannya pertandingan,” kata Carlos Pena.
“Saya pikir, wasit telah melakukan tugasnya. Saya tidak memiliki keluhan terhadap kinerjanya. Ada banyak pelanggaran dan juga beberapa momen yang harus dicek melalui VAR."