AKURAT.CO, Persija Jakarta melayangkan protes keras terhadap Komite Disiplin (Komdis) PSSI. Hal ini terkait hukuman yang diterima pemainnya, Ondrej Kudela.
Persija Jakarta melalui manajer mereka, Bambang Pamungkas, tidak sepakat dengan keputusan Komdis. Bagi Bambang tambahan hukuman untuk Kudela patut dipertanyakan.
"Menjadi sulit diterima ketika kemudian Kudela mendapatkan hukuman tambahan sanksi dua pertandingan," ucap Bambang Pamungkas melalui situs resmi Persija.
Baca Juga: Persija Jakarta vs Borneo FC: Gol Habibi Jusuf di Menit 90+9 Batalkan Kemenangan Macan Kemayoran
Ondrej Kudela mendapatkan kartu merah saat Persija Jakarta menghadapi Borneo FC pada pekan ke-14 Liga 1 Indonesia 2024-2025, 10 Desember lalu.
Dengan kartu merah ini, Ondrej Kudela terpaksa absen membela Persija Jakarta di pekan ke-15.
Namun pada pekan ke-16, ternyata Kudela masih belum bisa bermain.
Dalam keterangan resmi Persija, Komite Disiplin (Komdis) PSSI memutuskan menambah larangan bermain untuk Kudela sebanyak dua laga selanjutnya, yaitu pekan ke-16 vs PSS (21/12) dan pekan ke-17 vs Malut United (28/12).
Baca Juga: Rizky Ridho Akui Serap Banyak Ilmu dari Bermain Bersama Ondrej Kudela dan Jay Idzes
Selain tambahan hukuman larangan bermain, Kudela juga mendapat tambahan hukuman denda sebesar Rp10 juta.
Hal ini lantaran PSSI menilai Kudela melakukan pelanggaran yang sangat serius.
Bambang Pamungkas menilai insiden yang melibatkan Kudela sebagai tindakan ingin mengamankan bola. Namun terlambat sepersekian detik sehingga mengenai kaki lawan.
“Jika kita cermati dalam tayangan ulang, Kudela dalam posisi ingin mengamankan bola dan tidak ada atensi sama sekali untuk mencederai lawan,” ucap Bambang Pamungkas.
“Bahkan saat wasit melakukan review VAR, Kudela menunggu di tepi garis dan langsung meninggalkan lapangan tanpa melakukan protes saat wasit mengubah keputusan dari kartu kuning menjadi kartu merah.
Bepe-sapaan Bambang-menilai ke depan Komdis bisa memberikan ruang terhadap pemain atau klub untuk bisa memberikan klarifikasi.
“Ada baiknya ke depan Komdis memberikan ruang kepada pemain dan klub untuk melakukan klarifikasi yang disertai bukti sebelum memberikan hukuman tambahan, khusus untuk insiden-insiden dalam permainan yang mengakibatkan interpretasi ambigu terhadap sebuah pasal disiplin," katanya.
“Seluruh pemain dan klub peserta Liga 1, rasanya berhak mendapatkan ruang tersebut. Kecuali jika pemain melakukan tindakan pemukulan atau bereaksi berlebihan setelah menerima hukuman dari wasit.
"Jika seperti itu, sudah sepantasnya hukuman tersebut langsung diberikan (tanpa bisa melakukan klarifikasi atau banding)."