Erick Thohir, Masih Ada Waktu untuk Membatalkan Patrick Kluivert

AKURAT.CO Pemecatan Shin Tae-yong (STY) sebagai pelatih Timnas Indonesia pada 6 Januari 2025 terus menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepakbola nasional.
Mantan Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI, Hinca Pandjaitan, memberikan pandangan mendalam terkait dinamika yang berujung pada keputusan mengejutkan tersebut.
Menurutnya, pemecatan STY bukan semata karena hasil di atas kertas, melainkan retaknya harmoni di ruang ganti.
“Sepakbola bukan cuma soal strategi dan skor, tapi soal bagaimana menjaga keseimbangan emosi dan ego di ruang ganti,” kata Hinca di akun X pribadinya @hincapandjaitan, dikutip pada Rabu (8/1/2025).
Hinca mengungkapkan, ketegangan antara STY dan sejumlah pemain diaspora menjadi salah satu faktor kunci yang memicu keputusan pemecatan.
Ia menyinggung insiden yang terjadi pasca pertandingan kontra Bahrain pada November 2024, di mana beberapa pemain mencoba mengajak STY berdiskusi soal taktik yang dianggap kurang efektif.
Namun, STY dikabarkan enggan membuka ruang dialog, yang kemudian menciptakan ketidaknyamanan.
Ketegangan memuncak pada laga melawan China, di mana sejumlah pemain kunci seperti Jordi Amat, Sandy Walsh, dan Thom Haye dicadangkan, sementara ban kapten Jay Idzes dipindahkan ke Asnawi.
“Rotasi mendadak ini memunculkan tanda tanya besar dan menimbulkan spekulasi adanya hukuman non-teknis,” ujar Hinca.
Hinca menilai Ketua Umum PSSI Erick Thohir menghadapi situasi yang rumit.
“ET harus menimbang risiko konflik yang makin meruncing. Ruang ganti yang tidak harmonis bisa menjadi bom waktu, terutama di tengah kualifikasi Piala Dunia yang penuh tekanan,” tambahnya.
Hinca juga mengkritik rencana PSSI menunjuk Patrick Kluivert sebagai pengganti STY.
Ia menyebut Kluivert memiliki rekam jejak kepelatihan yang belum terbukti dan pernah tersandung isu hukum di Belanda.
“Kita perlu pelatih dengan integritas tinggi, bukan sekadar nama besar. PSSI harus peka terhadap suara publik yang menolak Kluivert,” tegas Hinca.
Meski menyayangkan pemecatan STY, Hinca berharap suporter tetap bersatu dan fokus mendukung Timnas.
“Jangan terjebak dalam polarisasi antara pendukung STY dan pemain diaspora. Kita semua punya tujuan yang sama: melihat Indonesia berjaya di panggung dunia,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









