Akurat
Pemprov Sumsel

Kapten Tim Bhayangkara FC Terpukul Atas Berpulangnya Bejo Sugiantoro, Sebut Almarhum Panutan

Endarti | 26 Februari 2025, 14:35 WIB
Kapten Tim Bhayangkara FC Terpukul Atas Berpulangnya Bejo Sugiantoro, Sebut Almarhum Panutan
 

AKURAT.CO, Kapten Bhayangkara FC, Ruben Sanadi, mengaku sangat terpukul dengan berpulangnya legenda sepakbola Indonesia, Bejo Sugiantoro.

“Pertama-tama saya secara pribadi dan atas nama keluarga besar Bhayangkara FC mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya coach Bejo Sugiantoro,” buka Ruben Sanadi saat ditemui di Solo, Jawa Tengah, Rabu (26/2).

Bejo Sugiantoro meninggal dunia pada Selasa (25/2) sore. Bejo Subiantoro menghembuskan nafas terakhir pada Selasa sore setelah mengalami kolaps saat bermain sepakbola di Lapangan Sier, Surabaya.

Baca Juga: Legenda Timnas Indonesia dan Persebaya Bejo Sugiantoro Meninggal Dunia Pasca Kolaps di Lapangan

Meski sempat mendapatkan perawatan intensif, namun nyawa legenda Persebaya Surabaya ini tidak tertolong.

“Kami juga sangat kaget juga karena ini peristiwa yang sangat berduka karena beliau sedang bermain bola dan kolaps dan meninggal dunia kabarnya seperti itu," kata Ruben Sanadi.

Ruben menilai Bejo Sugiantoro adalah salah satu panutan pesepakbola Indonesia. Salah satu anak didiknya, kata Ruben, adalah bek Timnas Indonesia, Ruben Sanadi.

“Sangat kehilangan karena beliau adalah sosok panutan untuk sepakbola Indonesia khususnya masyarakat Surabaya dan juga bagi kami pesepakbola yang masih aktif beliau juga inspirasi pemain mudah memberikan masukan ke pemain muda," kata Ruben.

Baca Juga: Bejo Sugiantoro Ingin Persebaya Tampil Ngeyel di Kandang Arema

“Tidak usah jauh-jauh, Rizky Ridho adalah salah satu anak didiknya beliau. Saya merasa terpukul dan kehilangan sekali beliau pulang begitu cepat tapi kita tahu ini takdir umur kita sampai kapan."

Ruben Sanadi memang memilki kenangan saat bekerjasama dengan Bejo Subiantoro di Persebaya Surabaya. Yakni saat Ruben masih bermain di Persebaya dan Bejo Sugiantoro adalah pelatih di tim tersebut.

"Sekali lagi segenap keluarga bhayangkara dan saya bersama keluarga turut berduka cita karena pernah bersama-sama dengan beliau di tim," katanya.

“Kenangan saat musim 2018-2019 beliau sebagai pelatih dan saya pemain di Persebaya surabaya kadang ada tekanan dari suporter beliau mengatakan untuk selalu tenang jangan mudah terprovokasi. Dan beliau juga panutan bagi kami pesepakbola Indonesia."

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
Reporter
Endarti
H