Presiden La Liga Laporkan Dugaan Pelanggaran Pendanaan Manchester City ke Uni Eropa

AKURAT.CO, Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, mengaku telah melaporkan Manchester City ke Komisi Eropa sehubungan dugaan pelanggaran aturan. Tebas menduga City dimiliki oleh perusahaan milik negara yang dilarang dalam regulasi Uni Eropa.
“City punya banyak perusahaan dalam grup mereka yang tersebar di luar struktur Manchester City Football Group, perusahaan ekstra di mana mereka menempatkan pengeluaran mereka,” kata Javier Tebas sebagaimana dipetik dari BBC.
“Perusahaan-perusahaan ini kehabisan uang tetapi klubnya sendiri tidak. Kami sudah melaporkan Manchester City ke Uni Eropa. Kami punya fakta-fakta dan angka-angka.”
Baca Juga: Carlo Ancelotti Sebut Presiden La Liga tak Menghormati Jutaan Pendukung Real Madrid
Menurut Javier Tebas, pengeluaran City akan jauh lebih kecil dari yang mereka keluarkan saat ini jika tidak didukung oleh sejumlah perusahaan-perusahaan dimaksud.
“Mereka punya perusahaan pencari bakat, sebuah perusahaan pemasaran. Di sana mereka menempatkan pengeluaran yang sangat besar. Mereka menagih City dengan lebih sedikit uang,” ucap Tebas.
“Pembiayaan City bakal kurang (dari yang saat ini) jika mereka tidak punya lingkaran perusahaan ini.”
Tebas menyebut bahwa laporan ini sudah disampaikannya pada 2023. Ia juga meyakini bahwa Komisi Eropa saat ini sedang menyelidiki aduan tersebut.
“Saya kira ini dalam fase penyelidikan. Kami belum mendapatkan jawaban, jadi pasti dalam fase investigasi,” ucap Tebas.
Baca Juga: RFEF dan La Liga Tolak Permintaan Barcelona untuk Lisensi Bermain Dani Olmo dan Pau Victor
Komisi Eropa mengonfirmasi sudah menerima aduan Tebas. Namun, seorang juru bicara mengatakan bahwa mereka sedang memeriksa informasi yang diadukan untuk melihat kemungkinan pelanggaran aturan subsidi yang merusak pasar.
Tebas adalah salah seorang figur terkemuka di sepakbola Eropa yang dalam beberapa tahun terakhir bicara kritis soal pendanaan City.
Ia menyebut City merusak pasar sepakbola Eropa dan menyamakan klub tersebut dengan bank Amerika Serikat yang bangkrut besar, Enron.
Adapun City menolak memberikan komentar dan menyebut Tebas sebagai orang yang sudah sejak lama “menyerang” mereka. Sejauh ini mereka membantah tuduhan Tebas dan menyatakan tak bersalah.
City sendiri saat ini sedang menunggu hasil persidangan dugaan 115 pelanggaran regulasi keuangan di Liga Primer Inggris. Jika mereka terbukti bersalah, The Citizens bisa mendapat sanksi pengurangan angka atau turun kasta.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 2Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 3Demo Hari Ini di Bundaran HI, BEM UI Bawa 8 Tuntutan, Apa Saja Isinya?
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 6Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 7BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 8Ben-Gvir Serukan Pembunuhan 30–40 Orang di Gaza Tiap Malam, Netanyahu Dikritik dari Kanan
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








